Mari Menulis

Tulis-menulis bukanlah sesuatu hal yang asing lagi dalam dunia pendidikan bahkan dari kehidupan manusia itu sendiri. Banyak hal yang terkait dengan dunia kepenulisan. Pertanyaannya kemudian, sudah sejauh mana kamu terlibat dalam dunia kepenulisan?.

Siapapun kamu, dari mana pun asalmu, lahir dalam dan dari lingkungan keluarga apa pun dirimu, cantik, tampan, atau apa pun kau golongkan dirimu. Semua itu tak penting untuk dibicarakan, ketika kamu bermaksud menjadi seorang penulis.  Dunia kepenulisan oleh mereka yang telah berkecimpung ke dalamnya mengatakan  bahwa dunia kepenulisan adalah dunia yang paling terbuka, di antara berbagai dunia profesi yang ada. Dan secara tak sadar, percaya atau tidak, setiap kita terlahir sebagai seorang penulis.

Saat kamu memilih dunia kepenulisan, sesungguhnya kamu telah memilih menjadi sesuatu yang besar. Mengapa? Pernah mendengar ungkapan, “Dunia ini tidak dimulai dari apapun, kecuali tulisan”? Percayalah. Pada mulanya memang dari gagasan. Gagasan itu sendiri berawal dari aktivitas akal pikiran manusia kan? Tetapi sebesar apapun gagasan manusia tersebut, ia tetap saja menjadi gagasan ketika tidak pernah ditunjukkan salah satunya melalui tulisan.  Bayangkan temuan-temuan brilian Albert Einstein, pemikiran cerdas Sir Isaac Newton, atau filosofi besar sekelas Aristoteles, Ibnu Sina, Imam al-Ghazali, dan pendahulu spektakuler lainnya mustahil diketahui dan bermanfaat jika gagasan itu tidak ditulis dan dibiarkan saja di akal pikiran mereka. Bukankah Kitab Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an itu adalah tulisan? Bayangkan jika perkataan, perbuatan, dan diamnya Nabi Muhammad SAW tidak pernah dituliskan, apa yang bisa diwirisi oleh umat manusia sekarang ini? Tentu semua itu tak lepas dari manfaat tulisan.

So…tidakkah kita berminat untuk turut membangun peradaban lewat tulisan tangan-tangan kita? Apa yang menghambat kita untuk memulai sebuah tulisan?

Para pakar penulisan menyimpulkan hambatan dasar dari seseorang yang ingin memulai tulisan adalah kepercayaan diri. Banyak di antara kita yang memiliki begitu banyak gagasan yang ingin kita tuangkan dalam sebuah tulisan. Namun, tulisan itu tak kunjung jua terealisasi. Mengapa demikian? Salah satu penyebab dasarnya adalah karena kita kurang percaya diri dengan apa yang akan kita tuliskan. Seperti halnya dengan profesi lain, dalam dunia kepenulisan, mental menjadi modal pertama dan utama agar mampu membangkitkan rasa percaya diri. Dengan kepercayaan diri itulah yang akan membimbing kita untuk mencoba menulis tentang sesuatu. Ingat! Tentang sesuatu, apapun itu. Mulailah runtuhkan segala dinding penghalang kalian untuk menuangkan kreatifitas tulisan kalian. Caranya? Mulailah menulis!

Sebagai langkah awal teman-teman untuk menuangkan ide dan gagasan brilian kalian, tidak ada salahnya untuk mencoba tips penulisan opini di bawah ini. Mari kita mulai dengan mengamati persoalan sederhana di sekitar kita, yang notabene kita sendiri juga mengalaminya. Sebagai wujud realisasi kepekaan sosial melalui tulisan.

Bagaimana menulis opini? Mari kita kenalan dulu dengan jenis tulisan opini.

Tulisan opini termasuk tulisan ilmiah popular. Berisi pandangan atau pendapat seseorang tentang sesuatu permasalahan dan sebab akibatnya serta solusi-solusi penyelesaian yang ditawarkan. Opini terkadang disamakan dengan artikel. Tetapi sesungguhnya ada perbedaan mendasar antara keduanya meskipun opini dan artikel sama-sama tulisan ilmiah.  Dalam artikel, sisi kepribadian dan sudut pandang  penulis seakan-akan mati. Dalam opini, meski gagasan dan unsur-unsur pemikiran tetap ditekankan, tetapi unsur personal penulis tidak dibatasi. Oleh karena itu, semakin subjektif tulisan opini kamu, maka semakin menariklah tulisan kamu tersebut.

Teknik Menulis Opini.

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, tulisan opini tidak lain adalah pendapat tentang suatu persoalan yang disertai dengan solusi penyelesaian yang ditawarkan. Oleh karena itu, pertama-tama yang kamu harus lakukan adalah dengan menemukan persoalan yang hendak kamu sikapi. Setelah itu mulailah kamu menuangkan ke dalam tulisan. Langkah-langkah sederhananya antara lain :

Pertama, tulislah pendapatmu seputar latar belakang mengapa persoalan itu layak untuk disikapi. Karena itu kamu harus bisa mengungkapkan segenting dan sepenting apa problem tersebut.

Kedua, ungkapkan akar masalah dari persoalan tersebut, mengapa terjadi, apa saja faktor-faktor penyebabnya yang dapat berupa faktor alamiah atau juga faktor oknum manusia.

Ketiga, berikan analisis persoalan tersebut. Lalu berikan solusi yang kamu tawarkan disertai argumentasi penguat solusimu tersebut.

Keempat, buatlah kalimat penutup. Tutuplah dengan ungkapan yang menggelitik hingga pembaca menjadi terkesan dengan tulisanmu.

Selamat Mencoba!

Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag . Tandai permalink.

2 Balasan ke Mari Menulis

  1. fianblog berkata:

    kalau aku belajar menulis opini dengan blog. rupanya ada to teknik menulis opini. tq infonya
    fianblog.wordpress.com

  2. secret74 berkata:

    u welcome fian..:)
    opini itu kn sebenarnya pendapat yah, jadi mau beropini apapun sah-sah saja asal sesuai norma. Hanya ketika berbicara tentang tulisan opini,,ada aturan mainnya juga..(hehe..menurut sumber yg ku dapatkan gitu..^^ ), jadi tulisan opini kita gak ngasal. atau ngasal tapi berbobot bin berkualitas..

    sama-sama belajar menulis nih.

    trim’s a lot..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s