“Menulis itu Ternyata. . .”

Sudah hampir 1 jam aku di depan laptop putihku, tapi lembar document1-Ms Word yang aku buka ini masih putih bersih tanpa huruf sama sekali. Niatku ingin menulis pengalaman mengharukan yang aku alami di pagi hari tadi saat ku awali aktivitas kuliahku. Aku ingin mengabadikan setiap detik momen saat itu. Saat-saat yang begitu berkesan dan memberikan pelajaran berharga. Namun, jari-jari ini tak kunjung memulai mengetik kata-kata yang ingin kurangkai jadi kalimat. “Sial…menulis itu susah betul ya”, gerutuku dalam hati. Bingung untuk memulainya. Seandainya laptop ini bisa berekspresi, pastilah ia akan menunjukkan ekspresi bosan dengan tatapan kosong dan kebingunganku di depannya. “Duhai…kapan kau akan mulai mengetik?”.

Kutarik nafas dalam-dalam lalu kuhembuskan perlahan, dengan harapan aku bisa memfokuskan jari-jemari untuk mulai mengetik. “Tik..tik…tik…tik..”, jarum jam dinding kamarku terus berputar. Tapi tetap saja lembar kerja ini kosong. Sebelumnya sudah ada beberapa baris kalimat sih yang berhasil tertulis, tapi entah mengapa jariku ini dengan cekatannya menekan Ctrl+A lalu menekan tombol Delete. Bersih jadinya!

Huuh…ku garuk kepalaku (bukan karena ketombe loh…!), karena memang tak gatal kok. Aku pusing dengan tulis menulis ini! Bagaimana mereka itu bisa menulis kisahnya sih? Kok mereka mengalir banget yah inspirasinya? Halah…menulis ini susah cuy!

Apa yang membuatku susah untuk menulisnya yah! Apa karena badanku ini terus-terusan mengikuti alunan lagu Justine Bibir dari hapeku?? (udah benar gak yah sebutan tuh nama penyanyi…?? haha…bodo’ amat).  Ku bergeser sedikit dari depan laptopku ke dispenser putih kamarku (maklum kamar kost-an, gak luas kodong, jadi istilahnya bukan melangkah tapi bergeser..ckck). Niatku sekarang ingin membuat secangkir kopi susu hangat. Mencoba mencari inspirasi dengan bantuan kopi susu. Pas mantap…jam dinding sudah menunjuk pukul 1.00 malam soalnya. Hangat terasa.

Lanjut lagi ke depan si putih. Kutarik nafas dalam-dalam untuk yang kesekian kalinya seraya mengucap Basmalah, “Bismillahirrahmanirrahiim”, dan “tik..tik..tik..”, jari-jariku mulai menekan tombol huruf keypad. “Aaahh…hapus…hapus”, perintahku pada diri sendiri. Lembar kerja word ini kembali bersih. Balik arah. Aku mengambil kertas folio kosong dari meja duduk kamarku. Sekarang aku mencoba untuk menulis di atas kertas langsung dengan jariku (maksudte dengan bantuan pulpen pastinya yah..).

…krik-krik…krik-krik…

15 menit berlalu. Setengah halaman folio berhasil aku penuhi (dengan tulisan loh..gak asal corat-coret. ha…3x tertawa bangga).  Dan akhirnya, aku bisa menuangkan kata-kata itu di atas kertas. Ternyata aku bisa menulis jika mengawalinya dengan tulisan tangan euy (Lah…namanya juga menulis, pakai tangan plus pulpen toh? weleh…ketahuan bego’nya) Meskipun hanya setengah halaman folio, tapi itulah hasil tulisanku. Tulisan yang telah mengabadikan momen berkesan itu. Yah…aku bisa mengenang momen itu dengan membaca kembali tulisan itu. (Maaf, kisahnya tak untuk dibagikan. Hanya untuk koleksi pribadi.)

Lantas aku pun mengetik ulang tulisan tanganku itu ke dalam lembar word yang telah menungguku selama berjam-jam. Dan tak lupa menyimpan filenya.

Sungguh…menulis itu susah euy!

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Itulah kisah awal saat aku mulai belajar untuk menulis. Susah, berat, bingung, pusing,…bla..bla..bla..!

Tapi…banyak baik dan bagusnya kok. Apa saja itu? mau tahu? (tidak! aku mau tempe mas..ha..3x). Mari belajar menulis. Caranya Mas? Ya dengan menulis. Pokoknya menulis! Titik tanpa koma! Apapun yang ingin Anda tuliskan. Bagi Anda yang ingin belajar menulis. Jangan bingung dengan beragam bentuk dan jenis tulisan yang sering Anda baca. Itu urusan belakang alias menyusul kemudian. (Waduh…kayak motivator penulis handal saja aku ini, padahal juga baru-baru saja mulai menulis. hmm…maaf…maaf!)

Tapi jika ingin yang lebih berkompeten yah beli saja buku-buku tips menulis. Tapi aku yakinkan dari awal, salah satu pesan dari buku-buku itu tidak lain dan tidak bukan adalah “Mulailah menuliskan apa saja yang ingin Anda tuliskan”. Silahkan dibuktikan! hehe…

Mari berpusing-pusing ria dengan menulis..:)

Pos ini dipublikasikan di My Story dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke “Menulis itu Ternyata. . .”

  1. Priya berkata:

    Saya suka menulissssss…. walaupun baru karya yang “ecek-ecek”…semangat menulisss… ^^)b

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s