“Hikayat Si Potensi”

Suatu ketika di sebuah kerajaan, Sang Raja dari kerajaan itu ingin menikahkan puterinya. Saat itu Sang Raja sudah cukup tua dan segera butuh pengganti yang pastinya tidak lain dan tidak bukan adalah suami dari putri satu-satunya kelak. Karena itu, sang raja tentunya benar-benar harus memilih  pemuda yang tidak hanya cocok untuk sang putri, tetapi juga memiliki kemampuan yang baik untuk memimpin kerajaannya kelak.

Seperti pada kisah-kisah kerajaan lainnya yang pernah saya dengar, saya tonton, saya baca, dan mungkin begitu juga dengan Anda, saat itu, sang Raja mengadakan sayembara. Sayembara ini sangat sederhana sampai-sampai ribuan pemuda mendaftarkan diri untuk mengikutinya.

“Barangsiapa berani dan sanggup menyeberangi kolam renang yang berjarak 20 meter saja dan menjadi pemenang, maka akan diberi hadiah. Hadiah bagi pemenang adalah akan dipersuntingkan dengan puteri Raja.”

Gampang kan? Siapa coba yang tak mau dapat puteri Raja yang cantik jelita hanya dengan menyeberangi kolam yang jaraknya 20 meter? Saking gampangnya, jika saja saat itu saya ada di sekitar daerah kerajaan tersebut sepertinya saya juga akan nimbrung ikut sayembara.

Tapi tunggu dulu, ternyata ada hal lain dari sayembara ini. Saat itu memang ribuan pemuda berlomba-berlomba hadir pada waktu sayembara dilaksanakan. Tiba-tiba seekor buaya yang tidak diberi makan sebelumnya dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam kolam. Buaya itu nampak sangat kelaparan dan ganas. Spontan kumpulan pemuda yang tadinya bersiap di tepi kolam mundur perlahan dari kolam. Tak ada yang berani mendekati kolam, apalagi menceburkan diri ke dalam kolam berisi pemangsa kelaparan itu. Nyali ribuan peserta ciut seketika. Tidak ada yang mau menggadaikan hidupnya sekalipun diiming-imingin dipersunting dengan puteri jelita dan menjadi menantu Raja serta pewaris tahta kerajaan.

Ketika peluit tanda lomba dimulai tak satupun peserta yang berani menceburkan dirinya ke dalam kolam saat itu. Sunyi, sepi, tak ada keramaian, tapi masih banyak orang disitu…hehe.

Tiba-tiba terdengar bunyi “byuurr!!…byuurr!!” semua mata tertuju ke kolam dan mengamati dua percikan air. Percikan pertama seorang pemuda yang tidak begitu jelas rupanya karena terhalangi percikan air. Percikan kedua dari si buaya kelaparan. Terlihat buaya sedang mengejar percikan di depannya. Tak lama kemudian di seberang kolam muncullah seorang pemuda gagah, bertubuh tegap dan kekar. Pemuda itu sedikit menggigil, nampak pucat dan ngos-ngosan menarik nafas. Sang Raja yang turut menyaksikan aksinya menghampiri pemuda itu. “Selamat, Anda berhasil!,” ujar sang Raja bahagia karena mendapatkan pemuda yang berani dan perkasa seperti dia.

Raja lalu menyalami pemuda itu dan bertanya, “Apa kiatnya menyeberangi sebuah kolam yang di dalamnya ada buaya ganas kelaparan,”. Pemuda itu menatap Raja lalu mengarahkan tatapannya kepada semua peserta yang datang. Wajahnya memerah dan berteriak, “Woii!! Sialan! Siapa tadi yang mendorong saya masuk ke kolam? Siapa??!! Kenapa bukan kau saja yang lompat ke kolam..hah!!

Sang Raja bingung. Si Pemuda tadi lalu menjelaskan bahwa dia sebenarnya enggan melompat dan berenang melewati kolam. Karena takut menjadi santapan buaya lapar. Namun Raja tetap bersikukuh pemuda itu telah berhasil melewati kolam dengan kejaran buaya ganas di dalamnya. Sebagaimana janji sayembara, pemuda itu lalu dipersuntingkan dengan putri raja dan menjadi pewaris tahta kerajaan tersebut. Dari seorang pemuda miskin kini menjadi pemuda yang dihormati seantero negeri.

Haha..apa Anda tertawa? Silahkan. Karena saya pun tertawa terpingkal-pingkal ketika pertama kali membaca cerita jenaka di atas. Saya ingat ketika itu saya tengah mengikuti materi di sebuah pelatihan. Bisa Anda bayangkan, saya yang tertawa keras langsung menjadi pusat perhatian seisi ruangan. Malu tak karuan? Pastinya. Cerita di atas saya sadur ulang dari prolog buku “100 % LDK itu KEREN!!!, karangan Agung Wijaya Mitra Alam, seorang mahasiswa dari kampus ITB, pernah menjadi Ketua Sektor Syiar dan Pelayanan Kampus di GAMAIS ITB.

Sahabat, ternyata pemuda dalam cerita di atas juga sebenarnya sama dengan yang lain. Tidak berani mengambil resiko sebesar itu. Tapi siapa sangka pemuda itu ternyata punya potensi dan kemampuan untuk melewati teror buaya ganas dan menjadi pemenang sayembara? Siapa juga yang bisa tahu kalau peserta yang lain tidak ada potensi untuk menyelesaikan tantangan yang ada? Kisah di atas memang hanya sebuah cerita jenaka yang tidak pasti ditemukan dalam kehidupan nyata. Namun ada nilai dan pesan hikmah yang bisa kita petik di dalamnya. Bahwa pada hakikatnya, setiap kita dibekali potensi terpendam yang tak jarang kita sendiri tidak menyadarinya. Sehingga dibutuhkan sedikit saja keberanian dan optimisme untuk memunculkan potensi dan kemampuan kita itu ke permukaan. Jangan sampai bisikan-bisikan rasa takut yang menggunung malah menenggelamkan kita dalam lautan keraguan. Potensi kita pun tetap terkubur di tempat terdalam. Padahal jika potensi itu bisa kita gali dan manfaatkan, bukan tidak mungkin selain bermanfaat bagi diri kita juga bermanfaat bagi orang lain. Bukankah sebaik-baik manusia adalah dia yang bermanfaat bagi orang lain?

Sahabat, bangkitkan optimisme bahwa Anda bisa berbuat. Bahwa Anda bisa mengambil peran dari upaya perbaikan kehidupan di lingkungan Anda. Jika orang lain bisa, maka tidak ada alasan yang mampu menghalangi Anda untuk tidak bisa menunjukkan potensi. Tancapkan bahwa jika bukan Anda yang melakukannya, maka siapa lagi?

Sahabat, semoga kita tidak seperti pemuda-pemuda dalam kisah tersebut, yang tidak sadar kalau mereka ternyata memiliki potensi, potensi yang luar biasa yang mampu menyelesaikan tantangan yang ada agar potensi itu bisa menjadi prestasi. …Amin!

Ayo…tunjukkan potensimu, sahabat!

Pos ini dipublikasikan di My Story, Opini dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke “Hikayat Si Potensi”

  1. Ramadhan berkata:

    Bagus sekali ceritanya mas,,sangat insdpiratif dan memotivasi diri qita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s