Catatan Tahun ke – 21

Sungguh, waktu terasa begitu cepat berlalu. Saya sekarang sudah berusia kepala dua. Padahal rasanya belum lama saya melewatkan masa kanak-kanak di kampung. Saya masih teringat dengan jelas, ketika saya dan sohib-sohib kecil asyik mandi beramai-ramai di sungai dekat rumah. Bertengkar dan berkelahi ketika ribut bermain bola di lapangan dekat SD kami. Di beberapa kesempatan mewakili sekolah untuk lomba cedas cermat. Sekolah dasar saya saat itu masih bernama SDN 451 Kuau. Teringat juga, ketika mewakili forum remaja mesjid dekat rumah untuk lomba keagamaan. Berkeliling kampung membangunkan penduduk untuk santap sahur di bulan ramadhan. Berlarian ketika melewati area kuburan pun jadi memori ingatan yang tak kan terlupakan.

Masa SMP juga merekam cerita tersendiri. Ketika harus rela berangkat sekolah dengan bergelantungan di mobil truk demi menghemat uang jajan. Ribut di perpustakaan sekolah memperebutkan sebuah buku yang stoknya sangat terbatas. Memainkan komputer di laboratorium komputer sekolah hingga rusak (maaf Pak Guru). Memanjat pagar belakang sekolah saat pintu gerbang sudah tertutup. Dilanjutkan aksi “kucing-kucingan” dengan satpam sekolah agar tak “disidang” di ruang BK atau dijemur di lapangan basket sekolah. Hanya bisa terseyum ketika mengingat semua itu. Terakhir kali berkunjung ke sekolah itu, SMPN 1 Masamba, secara fisik telah banyak mengalami perkembangan dan kemajuan. Yang saya dengar mantan sekolah saya itu menjadi salah satu sekolah yang berstatus RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional).

Saya masih teringat, saat itu saya  tergolong siswa yang pendiam, kutu buku, jago ilmu eksakta (pernah jadi juara olimpiade daerah juga soalnya..hehe), tapi begitu hobi  “mengakali” peraturan sekolah. Teringat juga, saat membuat gempar dan berang warga se-antero sekolah (bahkan se-kota saat itu) ketika membuat kehebohan di masa akhir sekolah. Hingga tragedi pengeroyokan oleh sekolompok siswa saat itu. Lalu ditutup dengan kisah tertangkap oleh polisi akibat aksi ugal-ugalan dan corat-coret usai ujian akhir SMP di jalanan kota. Itu pengalaman perdana diangkut dengan mobil truk Brimob (buat adik-adik, jangan ditiru yah). Haduh…mengakhiri masa SMP dengan catatan kelabu yang mengesankan (hingga tak kan bisa terlupakan).

Mejalani masa SMA, kecenderungan aktivitas saya selama tiga tahun periode “putih abu-abu” itu sedikit banyak mengalami pergeseran. Ketika SD hingga SMP menjadi siswa study oriented only, semasa SMA kegandrungan akan organisasi dan kegiatan ekstrkurikuler mulai mengisi keseharian. Dengan tantangan tetap mempertahankan prestasi akademik.

Berangkat pagi pulang sore bahkan malam hari menjadi keseharian selama masa itu. Beruntung orang tua mendukung penuh aktivitas saya tanpa meniadakan pengawasan dan kontrol mereka. Pernah saya mengecewakan mereka dengan menolak tawaran seleksi masuk ke Kelas (Sekolah) Unggulan Pemerintah Daerah. Padahal jika tergabung dalam kelas itu, akan menjadi sebuah kebanggaan besar. Kelas itu diisi oleh siswa terpilih dari seluruh SMA di kabupaten daerah saya. Fasilitas ruang belajar lebih komplit dari kelas reguler lainnya. Biaya sekolah ditanggung oleh pemerintah daerah setempat. Para siswanya digodok untuk mendalami disiplin ilmu yang diajarkan. Sebuah peluang menjanjikan untuk mendalami ilmu astronomi yang cukup saya gandrungi saat itu.

Mereka bertambah kecewa ketika seorang guru datang ke rumah untuk meminta saya mengikuti seleksi itu. Tapi saya tetap menolaknya dengan halus. Sungguh menghadirkan banyak pertanyaan saat itu. Di saat mayoritas siswa lain berlomba untuk mendapatkan kesempatan ikut seleksi, saya justru menolak untuk mengikutiya (padahal belum tentu lulus juga..hehe).

Salah satu alasan mendasar saya menolak bergabung ke kelas itu karena keterbatasan waktu untuk menempa diri di bidang keorganisasian dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya. Kelas itu adalah kelas khusus dengan jadwal belajar dari pagi hingga sore hari. Sungguh begitu padat. Saya tak melihat peluang untuk mengembangkan kemampuan saya di bidang lain. Faktor lainnya, saat itu visi dan misi saya menjalani sekolah telah mengalami pergeseran signifikan. Saat itu saya berfikir bahwa nilai di atas raport sekolah bukanlah satu-satunya penentu utama bekal untuk menjalani hidup. Terlebih ketika kita berbicara tentang kesuksesan hidup masa depan. Pemahaman itulah yang saya pegang saat itu. Buat kawan-kawan saya yang terpilih menjadi siswa kelas  unggulan saat itu, dengan penuh rasa hormat, saya tetap angkat topi buat kalian.

Saya berjanji kepada bapak dan ibu serta guru di sekolah bahwa saya tidak akan mengecewakan mereka. Aktif di organisasi dengan tetap menyandang prestasi akademik yang memuaskan menjadi visi saya saat itu. Alhasil, sepanjang masa SMA mengaktifkan diri di OSIS SMAN 1 Masamba menjabat Ketua Umum selama satu periode, ROHIS SMA dan kegiatan kepemudaan lintas daerah. Sekolah menjadi rumah kedua mendampingi penjaga sekolah..hehe, suka duka aktivis pun melekat.

Beriringan dengan segala kesibukan itu pula prestasi saya tidak pernah terlempar dari lima besar dari tahun pertama hingga tahun terakhir. Di acara perpisahan kelas tiga pun terpilih menjadi siswa teladan tahun itu. Sertifikat dan tropi siswa teladan saya terima langsung di dampingi orang tua saya tercinta. Ibu meneteskan air mata. Bapak yang berkarakter tegar pun kedua matanya nampak berkaca-kaca. Mereka memeluk saya. Saat itu Ibu berbisik, “Kamu membuktikan janjimu, Nak. Kami bangga padamu”. “Semua ini berkat doa dan dukungan Ibu sama Bapak,” jawab saya ketika itu.

Masa SMA penuh kisah dan cerita tak terlupakan. Tidak salah jika mereka yang baru saja selesai menempuh masa SMA mengatakan masa putih abu-abu itu masa paling indah. Saya rasa itu wajar. Begitu banyak kisah dan cerita yang berkesan terekam di memori. Suka, duka, pahit, manis, banyak terjadi di masa itu. Persahabatan, permusuhan, pertengkaran, percintaan….ohh. Tak heran jika banyak buku tebal isinya berkisah cerita masa SMA. (Sahabat-sahabatku putih abu-abu, diri ini rindu juga dengan kalian semua).

Kini tak terasa semua itu terlewati. Sekarang saya duduk di semester enam sebuah perguruan tinggi. Universitas Mulawarman, satu-satunya perguruan tinggi negeri dan terbesar di salah satu provinsi kaya sumber daya alam di Indonesia, Kalimantan Timur. Letaknya di ibukota provinsi Kalimantan Timur, Samarinda. Julukannya Kota Tepian. Tapi saya memberinya gelar tersendiri, Kota Tambang. Di kampus ini saya menempuh studi ilmu hukum. Dengan kondisi jauh dari keluarga di Sulawesi Selatan, kisah dan ceritanya pun kini berbeda dan semakin berwarna bin kompleks.

“Med Milad Chiko Cerewet!!”
kali ini saya tak punya alasan untung cemberut dengan kosakata dalam ucapan-ucapan itu yg bertebaran di dinding sekret Ujur tercinta..^_^
Thank U So Much.

Tepat hari Kamis tanggal 07 April 2011 saya berusia dua puluh satu tahun (masih muda loh). Banyak yang telah berubah dari diri saya sekarang. Tapi, satu yang pasti, masih tetap kurus..hehe. Kegandrungan akan organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler pun masih tetap berlanjut. Malahan semakin menjadi.

Perjalanan kelembagaan saya dimulai di tahun pertama kuliah sebagai staf Departemen Riset dan Edukasi Lembaga Kajian Ilmiah & Studi Hukum (LKISH) FH Unmul. Di tahun yang sama pula menjadi Kepala Departemen Kajian dan Syiar Islam Lembaga Dakwah Al Mizan FH Unmul. Periode itu juga direkrut menjadi staf di Departemen Syiar Islam Pusat Studi Islam Mahasiswa (PUSDIMA) Unmul. Setahun kemudian menjabat Kepala Divisi Litbang UKM Jurnalistik Unmul, setelah setahun sebelumnya magang sebagai anggota di sana. Sekarang, hingga tulisan ini saya buat, masih mengemban amanah sebagai Kepala Departemen Aksi & Propaganda BEM Unmul untuk masa Kabinet Dimas-Baqi.

Prestasi akademik juga tetap menjadi prioritas. Nilai IPK terakhir saya tiga koma enam empat satu. Lumayanlah jika disandingkan dengan kepadatan aktivitas di kampus. Satu target yang belum (dan sepertinya sulit) tercapai, kuliah sambil bekerja untuk membiayai kebutuhan diri. Alhasil, hingga sekarang biaya hidup masih numpang dari orang tua dan beasiswa pendidikan.

Di usia sekarang, saya banyak melakukan evaluasi diri terhadap perjalanan hidup selama ini. Terkhusus perjalanan hidup saya selama kuliah hingga detik ini. Jujur saya katakan, rasa memiliki tanggung jawab moral sebagai mahasiswa telah mendarah daging dalam diri saya. Tetapi selama tiga tahun berstatus mahasiswa, saya merasa belum memberikan sumbangsih maksimal. Bahkan tak jarang, untuk beberapa aspek tertentu, saya merasa gagal memanfaatkan masa yang ada. Saya berupaya memegang teguh pesan Rasulullah Saw, bahwa sebaik-baik manusia adalah ia yang bermanfaat bagi orang lain. Maka dari itu, saya sangat terpanggil untuk memanfaatkan kesempatan sebagai mahasiswa untuk memberikan manfaat dan kebaikan sebaik mungkin. Karena saya meyakini bahwa hidup ini hanya sementara. Kita akan menemui akhir perjalanan hidup di dunia fana ini. Saya (begitu pun manusia lain) tidak pernah tahu kapan kita akan menghembuskan nafas terakhir. Bisa saja malaikat pencabut nyawa itu menemui saya ketika sedang kuliah di kelas, ketika rapat di organisasi, ketika audiensi dengan birokrasi kampus atau daerah, atau mungkin ketika saya berteriak di jalanan di tengah-tengah peserta aksi damai mengangkat pengeras suara ataupun bendera kebesaran mahasiswa atau rakyat. Entahlah…

Belum lagi jika berbicara tanggung jawab sebagai seorang hamba Allah Swt, sebagai umat Rasulullah Saw, sebagai umat muslim, sebagai pemuda Islam yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga kehormatan dan menegakkan kalimat tauhid agama suci ini (astagfirullah…ampuni hamba-Mu ini ya Allah), tak banyak peran yang sudah saya lakukan. Tiga tahun masa kuliah yang telah saya jalani berlalu tanpa peran maksimal sebagai seorang pemuda Islam. (Saya harus menarik nafas dalam-dalam dan tak hentinya ber-istighfar ketika menulis bagian ini).

Seiring perjalanan waktu, amanah dan tanggung jawab pun semakin bertambah. Tepat 07 April 2011, tepat usia saya yang ke-21, saya mendapat kado yang berbeda dari biasanya, mengemban amanah baru sebagai Pemimpin Redaksi UKM Jurnalistik Unmul satu tahun periode kepengurusan ke depan. Di hari yang sama pula, namun di tempat, waktu, dan memontum yang berbeda, mendapatkan amanah sebagai Koordinator Forum Lembaga Mahasiswa Universitas Mulawaman (For-Unmul). For-Unmul akan berperan sebagai wadah pemersatu gerakan mahasiswa Unmul untuk mengawal dan menyikapi isue-isue dan/atau kebijakan birokrasi kampus dalam menjalankan roda pendidikan di kampus Unmul.

Iya, memasuki usia yang baru ini menjadi titik evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan hidup selama ini. Harapan saya tak mencolok. Saya hanya berharap dan berdoa agar dapat menjalankan segala amanah yang dibebankan di pundak ini secara optimal. Baik itu amanah sebagai seorang anak kepada orang tua, amanah sebagai seorang mahasiswa, amanah sebagai seorang pemuda Islam, dan amanah sebagai seorang hamba Allah Swt. Amin…

. . . . .

  • Syukur tak ternilai kepada Allah Swt atas nikmat usia, kesehatan, iman, dan Islam.
  • Shalawat serta salam keselamatan kepada Rasulullah Saw,
  • Doa dan terimakasih tak terkira kepada kedua orang tua saya tercinta, H. Abd. Malik dan Hj. Satimang. Atas segala dukungan, panutan, dan kebaikan yang tidak akan pernah bisa saya balas. Hanya Allah Swt yang dapat membalas kebaikan kalian. Demikian juga buat nenek saya yang sudah tua renta (terakhir kali ketemu hanya mengenali saya berkat gigi taring depan saya..hehe), kakak saya Drg. Ahmad Jaiz (kakak jadi salah satu panutan saya menjalani masa kuliah, sukses selalu buat karir profesimu kak), kakak saya Asma Ida, S.Ag (semoga dapat menjadi guru yang disayangi muridnya), adik saya Moh. Tayyib (kamu juga kebanggaan keluarga adikku, kejar dan raihlah cita-citamu), kakak ipar saya Ir. Ratna Arief Budi, MM (saya sangat menyayangimu kak), dan ponakan saya yang usil, Si Kembar, Ahmad Al Farizi Ramadhan Ra’aj Raihan & Ahmad Al Faqih Ramadhan Ra’aj Raihan (duhai…nama kalian kok panjang amat, jadi anak jangan suka usil sama mama papa).
  • Buat sahabat-sahabat tua saya, sohib kecil, sohib SMP,sohib  SMA, meskipun sekarang kita terpisah jauh di berbagai pulau di Indonesia, suatu saat kita harus berkumpul kembali. Menceritakan perjalanan kita masing-masing. Sampai ketemu kawan.

Ini dia pose awal di masa awal kuliah hukum 08 Reguler C.
Lokasi di “Ruang Bersejarah” gedung kuliah lama…^^

  • Sahabat-sahabatku di kampus. Bagaimana kabar tugas kuliah kalian? ”Tugas dosen datang beruntun, hidup teratur bin tertuntun”. Hehe…
  • Genk 6, apa kabar kalian? (Sandy, Suwardi, Perwira, Abdan, Chiko, dan satu makhluk kesasar Mega Si Nona Sizuka).

crew Al Mizan

  • Saudara-saudariku aktivis LDF Al Mizan FH Unmul, (Akh Iqbal, Perwira, Sandy, Yusuf, Abdan, Tobri, adik-adik saya, Kalen, Yudha, Rahmat, Zainuddin. Ukhti Uray, Irma, beserta adik-adik di Keputrian Al Mizan), kalian LUAR BIASA! I LOVE U ALL. “Pengabdian Ikhlas Tanpa Batas”
  • Saudara-saudara saya pengurus LDF se Unmul dan PUSDIMA Unmul, sebuah keberuntungan-kebahagiaan bisa belajar dan bergerak bersama kalian.
  • Saudara-saudariku aktivis KAMMI, semoga gencar melahirkan pribadi Muslim Negarawan.
  • Kawan-kawan LKISH, dua  jempol buat terbitan buletin kalian. Kapan kita diskusi atau kajian?

unforgetable memory

  • Saudara-saudariku HMI FH Unmul (Yunda Amah, Wahyuni, Fera, Lilis, Hesti, Musbah,Nazrul, dan lainnya), saya menyayangi kalian. Di tengah perbedaan bendera yang kita usung, saya melihat kedewasaan untuk tidak menjadikannya penghalang berbagi suka duka, berdiskusi riang gembira, dan tetap mengedepankan persaudaraan.
  • Kawan-kawan GMNI (Natalis, Refly, kabari kalau kalian ada diskusi bro).

Bergabung di bawah aliansi “Geram”

  • Kawan-Kawan PEMBEBASAN, bagaimana kabar agenda pendampingan rakyat kawanku ? Obrolan santai bersama kalian di warung-warung kopi tepi jalan tak jarang melahirkan ide-ide brilian bagi upaya pembelaan rakyat, terima kasih bayak kawan.

^The Last Five^

  • Keluarga Kecil saya di UKM Jurnalistik Unmul. Semangat, motivasi, kredibilitas, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, pengabdian tak ternilai, saling menutupi kekurangan satu sama lain, ikatan persahabatan dan persaudaraan, semua itu saya dapatkan bersama kalian. Bersama kalian saya belajar tidak bergantung pada kuantitas tetapi kualitas. Kang Mujahid, Kang Wawan, Mb Ria, the Last Five (Ardiamond, Mutiaratna, Hestiara, Surahmoney, Risnemas), kak Handri, and All crew of UJUR (Dwi, Sari, Yuyun, Neni, Devi, Leni, Nadiah, Vera, Naufal, Luthfi, Chamid, Ibad, Wahyudi, Arul, Ari, Daniel) i’m proud to be with you. I love you all. “Semangat Baru, Gebrakan Baru”. “Bersama Kita Bisa”. “Semangat Berbagi, Menginspirasi”.

crew Ujur 2011

. . . . .

BPH BEM UM 2011 tercinta.

  • Rekan-rekan seperjuangan pengurus BEM Unmul Kabinet Progresif-Inspiratif. Buat BPH tercinta (Akang: Dimas (Pres), Baqi (Wapres), Rifki (Sekab), Dani (Ppsdm), Payjow (Sosmas). Mba : Ni’mah (Keperempuanan), Lina (Advokasi), Mardiyah (Keuangan), Tati (Rumah Tangga), Pipit (Humas) ) tetap kompak dan semangat. Buat seluruh staf, teruslah bergerak. Jika ada yang berkata bahwa jalan perjuangan itu datar, mulus, lancar tanpa hambatan, maka tak perlu diragukan lagi dia adalah seorang pembohong besar! (Tepuk tangan untuk saya…hehe).

crew BEM UM 2011

. . . . . .

aksi mahasiswa di depan GOR 27 September Unmul tempat berlangsungnya Pelantikan dan Serah terima Jabatan Rektor Unmul 2010-2014 diwarnai aksi pembakaran ban dan blokir jalan.

aksi mahasiswa di depan Kantor Gi\ubernur Kaltim

  • Kawan-kawan pergerakan se-Unmul (bendera apapun yang kalian usung) teruslah bergerak dan berjuang di atas panji-panji politik moral kita kawan. Hidup Mahasiswa! Allahu Akbar!

“Med Milad Chiko Jelekk!!”
-Tim Kreatif Ujur-

09 April 2011,

01.00 Wite,

Rumah Makan Terminal Rasa Jl. Pramuka Samarinda.

Pos ini dipublikasikan di My Story. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Catatan Tahun ke – 21

  1. Priya berkata:

    Saya suka tulisan anda… :’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s