Akhirnya Wisuda Juga. Selamat!

Bismillahirrahmanirrahiim.

Detik-detik itu sangat membahagiakan. Ada rasa haru mendalam bercampur aduk dengan ketegangan dan rasa lainnya menyatu membentuk sebuah rasa yang melebihi rasa es krim ter ekstrem manapun yang pernah ku rasakan.

Detik-detik itu ketika aku dan barisan para wisudawan/wisudawati lainnya berbaris panjang mengantri dengan gagah dan anggun dalam padanan pakaian yang seragam. *Untung tidak sedang antri BBM atau BLSM pakai seragam wisudašŸ™‚

Kami begitu sabar menanti giliran panjang tiba di depan Rektor, sekedar mengikuti seremonial pemindahan tali topi toga dari sebelah kiri ke sebelah kanan. Sebuah seremonial singkat tapi kan jadi memori singkat tak terlupakan.

Dalam penantian antrian panjang itu beberapa kawan mengisinya dengan obrolan candaan mengenang perjuangan selama bertahun-tahun silam.
Dex: “Pak Maman, nanti kira-kira gimana reaksi Rektor pas pindahin tali wisuda kepala antum?” tanya dia.
Man: “Hehe…aku akan tunduk-tunduk menutupi wajah biar beliau tidak sadar dan mengenali wajahku. Pas sudah dipindahin talinya dari kiri ke kanan, baru aku tunjukin wajah dan berkata , “Terimakasih banyak ya Pak, sudah berkenan memindahkan tali toga saya,” dengan senyum sumringah. Nah saat itu beliau bisa sadar. Bisa jadi beliau begini, “Eh..Surahman ya? Balik-balik sini,” memanggil saya sembari diiringi senyum sumringah pula lalu mengembalikan tali topi toga aku yang sudah menggantung tampan di kanan kembali ke kiri. #eehh…
Hahaha…tawa kami meledak mengalihkan perhatian para wisudawan lain. Antara aku dan Rektor memang punya kisah yang mengharu biru selama di kampus. Sebagian kawan-kawan tahu betul kisah itušŸ˜€

Di sini, di dalam ruangan GOR 27 September Unmul, kami semua membaur jadi satu dalam seragam senada. Panasnya seragam memang terasa. Tapi cukup terimbangi dengan rasa penuh kebahagiaan. Bayangkan saja, untuk wisudawan pria setelannya dari baju dalaman, kemeja putih lengan panjang, ditambah jas hitam, serta dibungkus penuh dengan baju toga. Fiuh…panas. Khususnya aku yang bajunya kegedean…:) Huh #nanasss bro..

Wisudawatinya bagaimana? Entahlah seperti apa rasanya di dalam balutan mereka yang mirip boneka Barby ala Indonesia itu. Hehe…#duajari

Di sini kami membaur jadi satu. Ragam prestasi usia kelulusan. Ada yang selesai 3 tahun 8 bulan, ada 4 tahun, ada 5 tahun, ada yang hampir 6 tahun, ada juga yang beruntung tepat 7 tahun. Gak peduli lagi deh. Poko’e lulus! Aku sendiri selesai 3 tahun loh (plus bonus 28 bulan) *Pasang senyum termanis gigi gingsulšŸ˜€

Setelah antrian bejibun panjangnya, tibalah giliranku.Ā Alhamdulillah.
Ketika aku berjalan perlahan dengan langkah pasti menuju ke hadapan Rektor, wuiih…seketika itu juga cahaya terang benderang mengiringi langkahku. Aku merasa spesial sekali. Diiringi suara tepukan tangan meriah. Sungguh tidak biasa. Aku bersemangat. Aku begitu bahagia.

Hingga akhirnya…
“Bangun, Nak. Bangun. Kamu habis subuhan kok tidur lagi. Sudah pagi ini. Sana mandi. Lalu sarapan. Sudah disiapkan di dapur.” suara mamak terdengar membangunku sambil membuka jendela kamar yang memancarkan sinar terang mentari pagi langsung menerpa wajah (agak) manisku. Tak lupa seperti biasa dia menepuk-nepuk tangan di dekat telingaku. “Plak…plak…plak…,” #eehh

Astaga, mamak telah memecah kekerenan momen sakralku. Ternyata kilatan episode wisuda tadi terjadi di alam mimpi sodara-sodara.
“Hmm…mamak ini nah, ganggui kita lagi mimpi indah.” gumamku sambil memutar badan sembari menutup wajah dengan bantal. Berusaha melanjutkan tidur dan memutar kelanjutan episode rekaman wisuda tadi. Tapi sia-sia.Ā -_-

Mamak lalu berjalan meninggalkan kamarku, sambil berpesan: “Bangun sudah, jangan lupa hari ini kerjakan Skripsi kamu, Nak.” pesannya begitu mendalam.

Glekk…kata skripsi itu sebenarnya agak menohok dalam menembus gendang telinga, mengalir memenuhi pembuluh darah, mengendap dalam jantung, meningkatkan tekanan begitu tinggi dalam paruh-paruh. Hehe…tapi agak dinetralisir dengan senyuman mamak yang begitu menawan, meneduhkan dan menenangkan. Senyuman terindah, setelahnya senyuman bapak, lalu senyuman isteriku yang…(masih ghaib).

“Siap, Mak. Untuk mamak dan bapak tercintaah. Mmuaahh,” balasku sambil melayangkan kecupan ciuman jarak jauh dengan tangan dari bibir monyongku.

– – – – – – – – –

“Selamat wisuda sahabatku, aku sebentar lagi menyusul kok. Janganlah kau bersedih meninggalkanku duluan,” Yaelah…yang ada juga kita yang ditinggal duluan sama rekan seangkatan. Ditinggal adik angkatan malahan. Haha..

Yeah…selamat wisuda para mahasiswa Unmul dan mahasiswa se-antero Indonesia. Semoga berkah dan bermanfaat. Ini adalah ujung dari sebuah fase perjalanan hidup tapi bukan akhir. Melainkan ia ujung sebuah fase yang mengantarkan ke titik awal fase lainnya. Selamat menjalani.

Ini hanyalah sebuah catatan kilat biasa saat sedang menanti para sahabat keluar dari GOR 27 September Unmul, tempat berlangsungnya acara wisuda Unmul Gelombang II tahun 2013. Asli karangan. Jika ada kesamaan tokoh, alur cerita, dan nasib yang sama. Sungguh itu memang disengaja..:) He…3x

Tetap semangat buat rekan sejawat dan senasib yang masih berjuang penuh suka dan duka untuk meraih gelar kesarjanaan. Jangan sampai stress. Jangan sampai putus asa. Jangan sampai kamu dekat-dekat ke pohon tomat, bawa tali rapiah untuk gantung diri!šŸ˜›

Just enjoy this process as our great part of life.

Akhirnya Wisuda Juga. Selamat! (Anda telah terpilih menjadi salah satu korban penipuan isi catatan ini). *Senyum-senyum penuh cuekisme*

(Calon) WisudawanĀ yang terancam dibullyšŸ™‚

@SurahmanJieĀ  twitter.com/SurahmanJie
Sabtu, 29 Juni 2013. Saat wisuda gelombang II Unmul 2013

*Tulisan ini disadur ulang dari catatan facebook saya . Link: https://www.facebook.com/notes/surahman-al-malik/akhirnya-wisuda-juga-selamat/10152025501253989

Pos ini dipublikasikan di My Story. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s