Jelang Ramadhan, Mari Kita Bersiap!

Bismillahirrahmanirrahiim…

Tak terasa kita akan berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun ini. Waktu memang berlalu tak terasa ya. (Kecuali bagi kamu yang hobi hitungin waktu jam per jam). Periode ini Ramadhan tahun 1434 Hijriah / 2013 Masehi, Insya Allah, semoga kita berjumpa dengan si Ramadhan (*Amin berjama’ah)

Ok, ini masa jelang Ramadhan. Apa saja yang sedang kita lakukan menjelang datangnya bulan yang lain daripada yang lain ini? Ini bulan special. Banyak hal special yang akan kita jalani sebulan penuh nanti di dalamnya kan ?. Paling tidak kita perlu melakukan persiapan. Layaknya kita hendak melakukan perjalanan lah kesahnya ini. Mari sharing.

Tulisan ini saya sadur ulang dari catatan facebook saya, Jum’at malam, tertanggal 28 Juni 2013, H-11 #JelangRamadhan 1434 (linknya https://www.facebook.com/notes/surahman-al-malik/_-jelang-ramadhan-mari-kita-bersiap/10152024237573989 ). Note facebook ini juga disadur ulang dari kultwit saya di twitland beberapa hari sebelumnya. Hehe…runut sejarah jadinya kita ini. Find me on twitter @SurahmanJie  https://twitter.com/SurahmanJie .

Ok, kita lanjut.

#JelangRamadhan ini masa untuk membiasakan diri, bukan melampiaskan diri. Sepakat?

Sedikit-sedikit, puasa. Bukan sedikit-sedikit, makan.  Sedikit-sedikit, ambil Qur’an tilawah. Bukan sedikit-sedikit, ambil bantal tidur. Bahkan ada atau tidak ada bantal, tidur.

Pesannya kan begitu, persiapan #JelangRamadhan bukan pelampiasan #JelangRamadhan.

Mentang-mentang akan puasa satu bulan di siang hari nanti saat Ramadhan, jadi #JelangRamadhan ini sedikit-sedikit makan siang-malam. Takut kehilangan gizi atau berat badan (Buat cewek kayaknya gak ada takutnya kehilangan berat badan ya? Justru sebaliknya. Katanya sih begitu. Hehe..)

Kan bagusnya #JelangRamadhan ini sedikit-sedikit puasa, sedikit-sedikit tilawah, sedikit-sedikit sedekah. Biar terbiasa nanti saat Ramadhan. Kalau #JelangRamadhan malah jadi pelampiasan sedikit-sedikit makan, yakin nanti Ramadhan bisa terbiasa tahan godaan makanan? Kan kalau Ramadhan tiba, malah tambah banyak makanan penuh kreasi dan inovasi gentayangan. Makin mengundang selera makan lah jadinya.

Ok, #JelangRamadhan perlu persiapan, bukan pelampiasan. Setuju kan?

Soalnya gini loh, saat #Ramadhan itu virus sekaligus vitamin kemalasan merajalela. Datang tak diminta. Diusir sulitnya minta ampun. Makanya perlu pembiasaan dari sekarang #JelangRamadhan. Pembiasaan untuk melatih diri. Bukan pelampiasan memanjakan diri. Apa yang kita biasakan #JelangRamadhan itu yang akan menjadi-jadi saat #Ramadhan nanti.

Jika #JelangRamadhan dilatih puasa di terik siang, ibadah malam hari, tahajjud dinihari, jama’ah subuh di masjid, mudah-mudahan terbiasa di #Ramadhan nanti. Insya Allah demikian.

Jika sudah terbiasa, virus sekaligus vitamin kemalasan bakal gigit jari untuk menggoda kita. Tetap akan terus menggoda, tapi minimal kita sudah ada imunitas dini. Jika #JelangRamadhan kita terbiasa memanjakan diri tuk bersantai, ya Ramadhan nanti bakal menjadi-jadi. Vitamin kemalasan pun mudah menjangkiti.

Terbiasa banyak tidur #JelangRamadhan, saat Ramadhan bakal menjadi-jadi. Keluarlah pembenaran > “Tidurnya orang yang berpuasa kan berpahala”. Iya, memang benar ada hadits mengatakan demikian. Tapi Anda bisa dituntut pasal penyalahgunaan hadits loh (?)

Kerjanya tidur melulu. Puasa dijadikan alasan pembenar untuk tidak lagi beraktivitas yang produktif. Eh, Rasulullah dan para sahabat itu kala puasa Ramadhan silam di zamannya malah lebih keren lagi loh. Pernah dengar kan, kisah nyata mereka memenangkan beberapa perang besar dan menentukan itu saat bulan Ramadhan. Saat mereka sedang berpuasa! Lah kita? Oh…menang perang juga selalu. Perang di game Play Station! Game online!! *Istighfar*

Semoga Allah Swt memberikan ganjaran berlipat untuk Rasulullah dan para sahabat.

Lanjut lagi. Apa yang menjadi pemandangan dadakan saat #JelangRamadhan? Mungkin salah satunya, iklim belanja meningkat. Nah, ini juga bisa jadi masalah nanti. Jika terbiasa belanja sana-sini #JelangRamadhan, saat Ramadhan nanti bakal menjadi-jadi. Kan diskon ramai tuh saat Ramadhan. Terpinggirkanlah infaq & sedekah. *Sedih*

#JelangRamadhan ini intinya kita kudu harus wajib melatih & membiasakan diri dengan hal-hal positif. Mulai eliminasi negative-negatifnya lah. #JelangRamadhan mulai rancang program-program targetan yang akan diperjuangkan saat Ramadhan nanti. Target personal, target keluarga, target sosial, de es be.

Targetkan dengan baik, agar sukses Ramadhan bisa dicapai, bukan malah kecapaian🙂

Apa saja contohnya?

Mari kilas balik history Rasulullah Saw dan para sahabat “Generasi Pertama” bagaimana mereka mengisi waktu masa #JelangRamadhan dengan penuh keceriaan dan kekerenan dalam kebaikan😀

Para sahabat bergembira menyambut datangnya #Ramadhan. Mereka saling mengingatkan & saling memotivasi #JelangRamadhan. Ekspresi kegembiraan itu sesuai tuntunan Rasulullah, “Barang siapa gembira menyambut Ramadhan, Allah akan menggembirakannya di akhirat kelak”. Para sahabat gegap gempita. Masing-masing merancang apa yang akan dilakukan di bulan istimewa Ramadhan nanti. Para sahabat berlomba dalam kebaikan.

Salah satu aktivitas para sahabat #JelangRamadhan adalah ziarah kubur untuk dzikrul maut (mengingat mati). Ini para sahabat lakukan untuk mengasah kesadaran batin. Ziarah kubur mengingatkan mereka bahwa suatu saat nanti, mereka pun akan menyusul menempati ‘rumah masa depan’ kira-kira sesempit 2×1 m tersebut. (Sudah pada pesan kaplingan rumah masa depan?😀 *lirik lahan kosong* )

Dikisahkan, jika sudah mengingat mati biasanya para sahabat menangis tersedu-sedu mengingat memori rekaman kesalahan-kesalahan mereka. Para sahabat begitu sedih, seakan-akan mereka manusia paling berdosa sedunia! (Bandingkan dengan kita yang tetap santai tanpa beban -_- Ini tidak menggeneralisir kok. Saya percaya ada orang-orang di era modern kini tetap tersedu-sedu mengingat mati).

Ini perlu juga kita lakukan. Ziarah kubur. Tapi catat, ke kuburan sebatas itu saja lho! Untuk dzikrul maut. Jangan sampai lakukan sesuatu yang keluar dari syariat. Ngasih ini ngasih itu. Baca bacaan sembarangan yang tidak ada tuntunan Qur’an dan sunnahnya. Minta ini itu sama penghuni kubur. Minta no si doi yang sedang dipikat. #ehh

Alhamdulillah, dari para sahabat Rasulullah Saw kita belajar banyak hal terkait momentum #JelangRamadhan. (Kok tahu? Hasil membaca. Tuntunannya kan gitu: Iqro’ bro. hehe…). Setidaknya ada empat hal yang kita pelajari dari para sahabat Rasululullah Saw.

Pertama, kita perlu bergembira dengan datangnya Ramadhan. *Tapi ini nampaknya tidak berlaku bagi pemerintah Indonesia. Rakyat dibikin kesal. Rakyat dibuat penuh hitung-hitungan kekhawatiran finansial #JelangRamadhan gara-gara si #BBM. Padahal harga minyak dunia lagi turun. Ckck…

Kembali ke topik…#JelangRamadhan

Jadi kita kudu bergembira menyambut Ramadhan.Sekalipun dengan modal Rp 10rb rupiah sekarang tidak banyak lagi bensin yang bisa kita dapatkan. Tak seperti dulu (yah…#BBMlagi).

 Ok, sudah bergembira belum? Ayo bergembiralah sambut Ramadhan. Tapi jangan kebablasan jua. Agar nampak gembiranya, senyum terus sendirian di tengah jalan. *Itu beda kasus wal aii..!

 Kedua, #JelangRamadhan kita asah mental-spritual kita dengan hidupkan kepekaannya. Sarananya? Bisa ziarah kubur tuk dzikrul maut, rihlah lintas alam, mabit, apa deh yang sesuai. Sesuatu yang ketika engkau melakukannya engkau mengucap tasbih, tahmid, dan takbir meresap hingga ke pembuluh darah, bikin bulu kuduk merinding, ubun-ubun bergetar. Saking engkau menghayatinya.

Misal, saya pernah suatu ketika naik gunung. Saat sudah di ketinggian, kita melihat sekeliling. Merasakan betapa kecilnya kita di tengah alam. Alam yang diciptakan oleh-Nya. Hanya takbir yang menggema kala itu. Mengiringi tenggelamnya jiwa dalam penyesalan akan keangkuhan diri yang kadang dilakukan.

Nah, yang begitu-begitu bagus dilakukan buat menyadarkan batin-spiritual kita. Akhir pekan ini sebelumnya, saya dan beberapa sahabat sudah rencanakan agenda camping ke gunung, tapi ternyata harus dibatalkan. Waktunya tabrakan dengan beberapa sahabat yang harus ikut wisuda di kampus. Kan gak keren kalau wisudanya di tengah hutan di atas gunung. Hehe…Mudah-mudahan Allah perkenankan kami lakukan di lain kesempatan.

Lanjut, ketiga, lakukan persiapkan dengan optimal. Minimal pada 4 hal, yakni ilmu, ruhiyah, fisik, harta. Pertama, ilmu. Tentu untuk menjalankan sesuatu kita perlu memiliki ilmu dan wawasan terkait hal itu. Agar tidak kenapa-kenapa nantinya. Tidak melanggar. Tidak sia-sia. Dan seterusnya. Kaidah fiqihnya kan “Al – ‘ilmu qobla ‘amal wal qoul” (Ilmu itu sebelum perbuatan dan perkataan). Jadi, yang paling awal harus kita siapkan adalah ilmu seputar Ramadhan dan seluk beluknya.

Mulai dari gimana puasa yang baik dan benar, apa saja yang membatalkan, apa yang harus dihindari, apa yang perlu dijalankan, gimana sholat tarawih yang sesuai tuntunan, gimana sahur dan berbuka yang mantap dan sehat, serta banyak hal lainnya perlu kita ketahui. Jangan biarkan Ramadhan kita ini mengalir begitu saja. Capeknya dapat, manfaat dan berkahnya tak dapat. Sayang sekali kan jika demikian. Prinsipnya seperti iklan itu loh: “Ini dulu, baru itu. Ilmu dulu, lanjut amal dan perkataan.”

Kedua, ruhiyah, sebagian sudah kita uraikan di atas tadi. Mengasah spiritual kita .Mengapa penting? Ramadhan ini laboratorium spiritual sobat. Kita perlu menyiapkan diri kita sebelum nantinya benar-benar digembleng di dalam laboratorium ini nanti. Kesiapan penerimaan kita akan Ramadhan beserta seabrek kewajiban yang harus kita laksanakan di dalamnya.

Kita perlu bersiap secara spiritual. Banyak-banyakin doa seperti doa yang diajarkan Rasulullah Saw: “Allahumma baariklanaa fii rajab wa sya’baan, wa balighnaa Ramadhaan” (Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami di bulan Ramadhan.”

Begitu juga dengan teladan berikutnya, Ali bin AbiThalib ra, sahabat Rasulullah Saw yang dikenal keluasan ilmunya, menyiapkan hati dan memotivasi dirinya dengan berdoa: “Ya Allah, masukkanlah bulan yang mulia ini kepada kami dengan aman dari gangguan penyakit, longgar dari berbagai kesibukan, dan berikanlah kami kerelaan untuk tidak banyak tidur di dalamnya.” Nah mantap kan ?

Berikutnya, ketiga, persiapan fisik. Ini penting juga. Persiapannya ini saya pribadi bagi menjadi dua. Pertama, bisa berupa pembiasaan fisik. Misalnya dibiasakan puasa, biasakan mulai ibadah malam, tidur lebih awal, bangun ibadah jelang subuh. Jadi fisik nanti tidak kaget-kaget amat. Kedua, penjagaan fisik. Ya, jaga dirilah sebisa mungkin jangan sampai sakit. Bagaimana deh caranya. Hindari hal-hal yang bisa mengancam kesehatan kamu. Kalau pun tetap sakit #JelangRamadhan, kita terima sebagai cobaan dari Allah Swt. Allah hendak naikkan kelas (derajat) kita.

Selanjutnya, keempat, persiapan harta. Persiapan harta di sini maksudnya bukan disiapkan buat foya-foya nanti di Ramadhan. Jika diberi rejeki harta oleh Allah (semoga demikian..amin) sisihkan untuk kebutuhan Ramadhan nanti. Misal nih, kami penghuni “kost Maharani” atau “kost PK-D Ujung” atau “kost Warnet Dua Ribu” (namanya banyak tapi sama saja tempatnya, ada histori tersendiri di balik namanya yang bermacam-macam itu🙂. Kami rembuk untuk bersiap diri #JelangRamadhan menyisihkan uang jajan untuk patungan beli perlengkapan masak beserta bahan-bahan kebutuhan masak-memasaknya.

Sisihkan coast tersendiri untuk kebutuhan Ramadhan lah pokoknya. Persiapan lain, sisihkan uang jajan kamu buat modal infaq & sedekah nanti di bulan Ramadhan. Ramadhan kita berbagi kepada saudara lainnya yang membutuhkan. Dengan infaq dan sedekah kita berinvestasi “bisnis” dunia dan akhirat. Begitulah, persiapkan sebagian harta untuk kebutuhan-kebutuhan lainnya selama Ramadhan.

Mudah-mudahan Allah melancarkan rezeki penghasilan kita bagi yang sudah punya penghasilan, apapun kerjanya sing penting halal. Semoga Allah melancarkan rezeki kiriman bulanan dan tunjangan Ramadhan kamu dari orang tua yang masih ditopang hidup sama orang tua. < *pelajar-mahasiswa rantau langsung meng-amin-kan dalam hati🙂

Pertama, kedua, ketiga sudah. Hal yang keempat, kita pelajari dari para sahabat Rasulullah Saw adalah membawa suasana #JelangRamadhan ini dan saat Ramadhan itu sendiri nantinya ke sekitar kita. Jangan dinikmati sendirian. Buat semua orang tahu & gembira dengan datangnya Ramadhan. Lalu berbahagialah bersama menjalani masa-masa Ramadhan.

Akhirnya, mari tancapkan niat untuk perbaiki program #JelangRamadhan kita, tak lama lagi loh. Saling mengingatkan & memotivasi.  Sadarkan diri dan sekeliling kita agar melek : “Ramadhan akan tiba lho!”

Minimal kita singgung-singgung soal Ramadhan di sela obrolan kita. Jangan sampailah melek tentang Ramadhan saat esok malam sudah akan tarwih: “Eh,sudah puasa ya?” < TERLALU! *Gaya bang haji Rhoma.

Updatetan status mulailah hastag Ramadhan🙂

Bolehlah update kegalauan, asal yang positif tentang Ramadhan. *Emang ada?😀

Bisa saja. Misalnya: “Sedih awal #Ramadhan tidak bersama keluarga khususnya orang tua. Ingin sekali mencium kedua tangan mereka. Semoga mereka diberi kesehatan untuk menjalani bulan Ramadhan dengan baik. Amin.” < @SurahmanJie banget ini :’)

Kita siapkan diri dengan baik. Mudah-mudahan Ramadhan kita nanti penuh manfaat dan keberkahan.

Saya ingin Ramadhan tahun ini jauh lebih keren dari Ramadhan sebelumnya. Hastagnya >> #RamadhanKeren🙂 hehe…

Sebelumnya musti banyak-banyak doa agar disampaikan umur berjumpa Ramadhan. Agar #RamadhanKeren bisa dijalani.

 “Ya Allah panjangkan umur kami berjumpa dengan#Ramadhan Mu tahun ini. Sungguh-sungguh ya Allah doanya ini. Gak bercanda.” < #Aamiin

 Duhai Ramadhan, i’m falling in love with you. I want to pay my fault telah mencampakkanmu in the past.(No protest bahasa!)

Ramadhan yang dimaksud di sini bukan nama orang loh ya. Jangan sampai ada maksud lain yang ditangkap. “Tolong pahami perasaan aku. (-_-).” < Bukan korban sinetron.

Bagaimana persiapan #JelangRamadhan kamu? Sudah ada targetan #Ramadhan nanti? Selamat merancang. Good luck untuk kita semua :3

 Gambar

Warming Up To Ramadhan

@SurahmanJie  https://twitter.com/SurahmanJie

Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s