Ramadhan Tiba, Apa Targetmu?

*Peringatan: kamu akan menemukan banyak kata-kata full keren di catatan ini. Siapkan alat tulis kertas kamu untuk mencatatnya!

Bismillahirrahmanirrahiim…

Alhamdulillah,#Ramadhan tiba. Bagaimana ramadhan-ramadhan kamu sebelumnya? Biasa-biasa atau malah luar biasa? Ada kalanya hal itu dipengaruhi karena kita menyiapkan targetan-targetan untuk dilakukan atau diupayakan dicapai selama Ramadhan.

Ramadhan ini bulannya amalan ibadah pribadi dan sosial. Penting untuk menyiapkan targetan-targetan. Sayang sekali jika momen bulan Ramadhan ini dijalani apa adanya sama seperti bulan-bulan lain. Bulan yang ini beda sama bulan yang lain. Allah dan Rasul-Nya sendiri yang sudah menegaskan keberbedaan dan kekerenan bulan Ramadhan ini dari bulan-bulan yang lain. Seandainya diijinkan, bisa jadi bulan yang lain iri sama bulan Ramadhan. Mereka bisa jadi minta ke Allah untuk ditukar waktunya. Minta agar segala yang special-special di bulan Ramadhan dipindahkan ke dia (Si Muharram, Safar, Rabiul Awal Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadi Akhir, Rajab, Sya’ban, Syawal, Dzulkaidah, atau Dzulhijjah) Hehe…

Nah, balik ke topik. Sudah punya target Ramadhan tahun ini belum? Kalau belum baiknya disusun. Kita  #sharing list targetan deh. Misal nih:

Judulnya apalah, buat yang keren-keren. Misalnya: “Persembahan Ramadhan Ku” < (Gak keren ya judul yang beginian? -_-).

1. Puasa full. Harus! (Catatan: ada kecualinya ya buat kaum hawa🙂

2. Bangun Sahur full (bareng keluarga *jika tinggal bareng keluarga,

bareng teman lintas wajah/nama *jika anak sekolah/kuliahan yang kost/ngontrak.

Catatan: Dalam sahur itu ada berkah yg disediakan Allah. Sahur juga bisa jadi momen tuk perkuat tali silaturahmi. Kapan lagi coba bisa sering-sering silaturahmi makan bareng jam tiga-empatan jelang subuh? Ya di Ramadhan ini moment kerennya🙂,

3. Sholat lima waktu berjama’ah (dorong diri tuk berjama’ah di mesjid),

4. Sholat Subuh full (berjama’ah di masjid),

5. Sholat Tarawih full (berjama’ah di masjid),

6. Kencangin cicilan hafalan Qur’an dan Hadits,

7. Khatam Qur’an (Berapa kali? Sesuai kesanggupan kita saja. Kecuali jika pengen saingan sama Imam Syafi’I yang biasa khatam Qur’an khusus di bulan Ramadhan sebanyak 60kali. Keren!),

8. Sholat Dhuha full,

9. Sholat Tahajjud full,

10. Khatam buku Sirah Nabawiyah atau Manhaj Haraki (atau buku keren lainnya),

11. Perbanyak Sedekah,

12.Tingkatkan silaturahmi,

13. Menata kedisiplinan,

14. Lebih murah senyum, bersikap rendah hati, lebih ramah, dan lebih antusias pada orang lain,

15. Latih diri melawan godaan riya’ dengan beramal,

16. Setoran Skripsi kejar Desember,

17. … (de el el)

Ini contoh daftar targetan capaian selama Ramadhan. Deretan poin-poin targetan ini saya sadur ulang dari buku catatan harian saya (lebih tepatnya sih buku catatan pekanan, karena tidak sehari-hari juga saya mencatat di buku catatan harian alias diari. Maklumlah, orang sibuk. Hehe…*pembaca #muntaahh).

“Sodara-sodara sebangsa setanah air…” (pakai dialek menggelegarnya pak Soekarno kala pidato🙂, targetan di atas adalah targetan saya di Ramadhan tahun lalu (1433 H/ 2012 M). Semuanya tercapai? Tidak semuanya berhasil. Pembaca yang mengenal saya sudah bisa menebak poin mana yang telak tidak tercapai. Hehe… target yang nangkring di angka 16 itu loh yang jelas gagal tercapai. Itu salah satunya. Beberapa poin lain juga ada yang tidak maksimal pencapaiannya.

Alhamdulillah, Allah memberi pertolongan untuk berhasil mencapai beberapa target, diantaranya: Puasa full, sahur full, subuh full, tarawih full, khatam Qur’an,lebih murah senyum (fufu…), lebih ramah & lebih antusias (ckck…) *dua terakhir subjektif. Kadar capaiannya seperti apa? Serahkan sudah urusan itu kepada Allah Swt. Nah, yang pasti bisa saya banggakan adalah saya berhasil berbuka puasa full sepanjang Ramadhan! #yeah…Pencapaian ini bersaing ketat dengan para jama’ah PPIG lainnya (Para Pencari Iftor Gratisan) Ha ha ha …

Ini kita sharing targetan saja. Saling menginspirasi dan memotivasi kebaikan-kebaikan yang bisa kita nikmati selama Ramadhan. Silahkan buatkan deretan target Ramadhan kamu. Targetnya yang baik-baik donk yah. Jangan yang aneh-aneh lah. Kamu tiba-tiba kepikiran ide untuk membuat target: memperbanyak koleksi sandal atau sepatu gratis (hasil kerja keras “lembaga pengumpul sandal / sepatu jama’ah tarwih tanpa sepengetahuan pemilik” #haduuh). Itu sih nyolong. Dasar kamu bolong!

Buatkan targetan positif. Apa misalnya yang lain? Kamu kejar target sidang akhir skripsi di Ramadhan (buat mahasiswa tua nih), boleh, keren bos. Kita mendoakan tercapai (Doa buat diri saya sendiri berkali-kali lipat malah). Apa lagi? Target bikin program pembinaan remaja di masjid sekitar tempat tinggal kamu (keren pake banget dah).  Apa lagi? Target melamar calon isteri di Ramadhan, ijab qabul dan resepsinya tiga hari pasca Idul Fitri (Mantap dah…Undang saya juga yah, lumayan makan besar dan gratis penuh kebahagian bersama banyak orang di momen kemenangan Fitri.🙂 #Yeah…

Apalagi ? Misal target di Ramadhan memperbaiki penampilan diri. Buat para lelaki tampan dan gagah. Tadinya pede dengan celana robak-robek sampai paha, celana dipakai sampai di bokong doang, sampai tuh celana dalam warna pink atau orange kesembul nampak jelas pas nungging, haduh. Nah di Ramadhan ini mulai sadar kalau itu memalukan. Itu sungguh menurunkan kadar harkat, derajat, dan martabat para lelaki. Mohon maaf nih bro menulis yang seperti ini. “Semua ini aku tulis karena aku peduli padamu…” #Ngekk < bukan korban sinetron.

Selama Ramadhan atau sehabis Ramadhan (semoga berumur panjang yah) mulai berpakaian dengan lebih sopan dan keren. Sehingga kadar ketampanan dan kegagahannya tambah meningkat.  Tadinya dilirik hanya sebelah mata oleh calon mertua dan susah dapat restunya, akhirnya dipandang penuh kebahagiaan dan mendapat lampu hijau tuk mempersunting sang puteri idaman. #ededehh…#Fokus #Fokus #Fokus. Jaga niatnya untuk Allah ya. Lain-lainnya itu bonus saja. Targetan yang seperti ini nyata loh. Saya punya teman yang sudah begitu. Salut saya sama dia. Berhasil memenangkan dirinya sendiri. Mendapat puteri imam mesjid kampungnya saja yang belum kesampaian. Haha…

Apalagi? Misal nih buat para perempuan cantik dan anggun. Siapa itu? Kamu, iya kamu, yang lagi baca catatan ini, yang pipinya merah merona kena pujian ini. Hihi…Tapi kamu yang sampai hari ini pede menampilkan rambut panjangnya terurai indah (tolak ukur indahnya apa coba?), pakai baju atau celana ketatnya minta ampun (itu badan kasihan dipress mirip lemper buras begitu), atau yang masih pede memamerkan betis hingga paha. Ckckck…*Aura wajah kamu berubah kusut ya membaca bagian ini. Maafkan saya jika ini terkesan agak gimana gitu. Maafkan.

Seputih atau semulus apapun tuh barang (lengan, betis, paha, ect), masih tetap nikmat paha ayam. Serius! Tapi ini tidak berlaku buat kawan saya si Indra Ilkomerz, soalnya dia vegetarian. Jangankan makan daging ayamnya, cium aromanya saja sudah mual duluan. Ckck…).

Hei kamu, please, senyum lagi donk. Wajah kamu mubazzir jika dihiasi dengan kekusutan😀

Ok. Kita Damai ya..:)

Duhai para pembaca perempuan, sayangilah dirimu. Kasihan banget kan badan kamu dihargai begitu murah. Tahu nggak sih? untuk bisa nikmati paha ayam, itu perlu perjuangan mengumpulkan recehan-recehan rupiah. Nah kamu, iya kamu, yang lagi baca ini, yang pede memamerkan anggota badan kamu, ya Allah itu daging diumbar begitu bebasnya, gak berharga amat. Kita berdoa agar tidak ada “anjing” yang menerkamnya. Ini mohon maaf. Maaf sekali ngomongnya begini. Bukan gila urusan. Nggak, kita sudah punya segudang urusan kok. Kita begini karena mengasihi kamu. Gak sampai hati mendengar kabar ada perempuan yang mendapat perlakuan tak senonoh karena pelakunya terpancing dengan pemandangan tubuh yang diumbar si perempuan.

Jagalah tubuhmu. Tutupilah ia. Karena ia berhak untuk ditutupi. Nah, Ramadhan bisa jadi momentum buat kamu untuk menguatkan niat dan action berjilbab. Sharinglah sama mereka yang pernah melalui pengalaman seperti itu. Mereka yang awalnya masih terbiasa dengan pakaian terbuka. Ramadhan jadi momentum untuk mereka berbenah diri, menutup aurat. Jangan kemakan istilah itu nah: “hati dulu yang ditutupi, luarnya menyusul nanti jika siap” < ini motivasi yang menyenangkan tapi menyesatkan! Pasang niat, lalu action nyata tutup aurat. Sambil menutup luarnya, yang di dalam juga ditata. Takut kehilangan teman? Duh…hanya manusia-manusia yang berpikiran dangkal yang tidak mau berteman dengan mereka yang berjilbab. Kamu malah akan tambah banyak teman dan saudara. Gak percaya? Berjilbab dulu, baru buktikan. Hihi…

Buat pembaca perempuan yang belum berjilbab, atau baru belajar berjilbab, dan masih dilema binti galau, yang beginian sharinglah sama mereka yang lebih ahli ya. Banyak kok yang sudah menjalani. Sama perempuan yang berjilbab pastinya, jangan sama lelaki yang berjilbab (memang ada?). Kita ini memotivasi dan mendoakan saja.

Cerita sedikit nih, saya punya adik tingkat, pernah satu kepengurusan di lembaga kemahasiswaan internal kampus, pernah di awal tahun kita ledekin kalau dia itu lebih cocok kalau berjilbab. Eh, ternyata dia kepikiran. Curhatlah dia sama kita tentang dia yang memang ternyata sudah kepikiran jauh hari untuk berjilbab. Ledekan kami kembali mengaktifkan pikirannya tentang keinginan untuk berjilbab. Saya cuma bilang sama dia kala itu, “Kamu tuh sudah punya niat, sekarang cuma butuh lingkungan dan momentum. Belajar dan bergaullah sama mereka yang sudah pernah melalui fase seperti kamu. Berproses untuk memantapkan diri. Tapi jangan lama-lama berprosesnya. Umur kita siapa yang tahu kapan batasnya kan?. Sebentar lagi Ramadhan. Itu bisa jadi momentum kamu. Nanti habis Ramadhan tolong beri kita surprise yang keren dari penampilan kamu.” Selebihnya saya arahkan dia ke beberapa nama seniornya yang perempuan (yang berjilbab tentunya) untuk berbagi curahan hati lebih banyak. Tebak apa yang terjadi? Sehabis Ramadhan, tepatnya saat acara besar penyambutan mahasiswa baru, dia beri kita surprise keren. Dia berjilbab. Aseli berjilbab. Sambil setengah bercanda, saya dan beberapa teman sampai kucek-kucek mata setengah tak percaya. Saya bilang sama teman-teman,”Ssstt…jangan diledekin, entar ngambek dia.” Kami sapa sekenanya dan lebih banyak diam kalau sedang bersama. Eh, diamnya kita malah dianggap ngeledekin dia. “Ah…kakak-kakaknya, kok berdiaman, ngeledek nih saya berjilbab. Ini berkah Ramadhan tahuuu..”

Subhanallah…Maha Suci Allah yang telah menggerakkan dia menjadikan momen Ramadhan untuk menutup aurat. Saya curiga, sangat-sangat menaruh curiga besar, kamu, iya kamu yang sedang baca catatan ini, selanjutnya nanti yang akan menutup aurat di Ramadhan ini dan seterusnya hingga waktu yang tidak dibatasi.

*Ciee…senyum sumringah dia. (Yang cewek loh ya, yang cowok jangan sampai deh kepikiran untuk berjilbab. Please, jangan!)

So, brothers, sisters, apa targetmu di Ramadhan tahun ini? Susun ya. Tulis baik-baik di tempat yang mudah terjangkau. Catat di buku catatan yang senantiasa kamu bawa. Atau catat di note gadget keren kamu agar mudah dievaluasi pencapaiannya (Jangan lupa tuh power bank disediakan supaya tetap hidup tuh gadget, haha..). Bisa juga tempelkan deretan targetan itu di mading atau papan pengumuman di kamar kamu. Kalau belum punya, ada duit, beli di toko terdekat, terjangkau kok. Kalau merasa ribet, simple saja, tempel langsung di dinding kamar kamu juga silahkan. Intinya bisa senantiasa mengingatkan dan menguatkan kamu untuk menjalani dan mencapainya. Seperti si Fathin #Foyaa X-Factor Indonesia itu, yang menempelkan catatan jadwal penting di dinding kamarnya. Oia, untuk memudahkan evaluasi, buatkan kolom evaluasinya. Ok ?

Jika targetan khatam Qur’an, tentu milikilah mushaf Qur’an yang bisa kamu bawa kesana kemari. Sehingga di banyak tempat kamu bisa membacanya tanpa harus menunggu pulang ke rumah dulu baru baca. Sambil menunggu rapat atau dosen, menunggu angkot atau jemputan misalnya, bisa sambil baca Qur’an. Asal jangan saat setoran panggilan alam di dalam toilet kamu juga sambil baca Qur’an, jangan, itu gak boleh. Pepatah “sambil menyelam minum air” tidak boleh diberlakukan pada kasus toilet ini.

Kalau bisa sih, jangan sekedar “membaca untuk mengisi waktu luang” tapi “sediakan waktu luang untuk membaca”. Keren!

Jika targetnya perbanyak sedekah, maka siapkan selalu lembaran-lembaran rupiah khusus yang siap ditarik selalu kapan saja jika berjumpa dengan momen bersedekah. Lembaran yang warna biru atau merah itu loh keren🙂

Jangan lupa.. dibungkus ikhlas😀

Begitu juga dengan targetan-targetan lain, siapkanlah sarana-sarana pendukungnya.

Buatlah targetan keren kamu selama Ramadhan. Jadikan Ramadhan kamu tahun ini penuh dengan kekerenan yang diridhoi Allah. Bermanfaat buat kamu. Bermanfaat buat orang lain. Keluarga kamu pun bahagia karenamu.

Semoga Allah menuntun saya, kamu, dia, mereka, kita semua untuk menjadikan momen Ramadhan ini sebagai momen kebermanfaatan dan perbaikan diri sebaik-baiknya dan sekeren-kerennya. Amin Ya Robbal Alamin.

Mohon maaf jika membuat kamu kecewa di catatan ini kamu tidak menemukan ayat suci Al Qur’an ataupun riwayat Hadits. Ini disengaja agar kamu bisa menemukannya langsung di Al Qur’an dan mushaf kumpulan Hadits.

Semoga catatan ini bermanfaat. Jika bermanfaat dan ingin dishare ke yang lain, tanpa minta ijin pun saya ijinkan dengan penuh kebahagiaan. Tentunya keren jika sumbernya dicantumkan. He he he…

Cayoo…#RamadhanKeren

*Jadi berapa banyak kata-kata full dan keren yang kamu temukan dalam catatan ini? Ha ha ha. Sorry ya tidak sesuai dengan harapan. Segera alat tulis kertas yang sudah disiapkan dipakai untuk menyusun target Ramadhan kamu.

^ Target Ramadhan 1433 H ^

^ Target Ramadhan 1433 H ^

@SurahmanJie

Selasa (dini hari yang sejuk), 09 Juli 2013

Pos ini dipublikasikan di My Story dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s