“Hormatku Pada Pemuda Pejuang”

Hormatku pada pemuda Lamongan, yang dengan segala keuletannya bertarung dengan keringat, menguleg sambel pecel lele hingga larut malam.

Hormatku pada pemuda Minang, yang dengan tiada rasa gengsi, menggelar jualan di kaki lima di sudut-sudut persimpangan jalan.

Hormatku pada pemuda Kuningan, yang dengan cucuran keringat, menyajikan mangkok bubur kacang hijau dan susu telor dari subuh hingga subuh lagi.

Hormatku pada pemuda Batak, yang sampai larut malam, mengantarkan penumpang hingga ke pelosok kota.

Hormatku pada pemuda Madura, yang  harus menghirup asap sate, untuk memuaskan selera para pelanggan.

Hormatku pada pemuda Bugis Makasar, yang bertarung di laut lepas berhari-hari, meneruskan tradisi kebanggaan nenek moyang.

Hormatku pada pemuda Tegal, karena jasanya banyak menyambung nafas pegawai pegawai kecil di warung makannya.

Hormatku pada pemuda Jawa dan Bali, yang dengan segala kesabaran, ketekunan dan keuletan memahat patung, mengukir tembok, melukis batik hingga berminggu minggu.

Hormatku pada semua pemuda Indonesia, yang berjuang dengan cucuran keringat, tetesan air mata, untuk mempertahankan hidup, merubah nasib di tengah sistem yang menindas ini.

Hormatku pada kalian, karena kalian telah memilih jalan yang jujur untuk bertahan, untuk hidup secara benar, meskipun pahit tapi penuh berkah.

Hormatku pada pemuda yang tidak memilih jalan menjadi antek, tidak menjadi londo ireng, tidak menjual proposal kemiskinan dan tidak menjadi humas dan satpam dari rezim  penghisap dan khianat ini.

Hormatku pada pemuda yang telah bekerja tulus, jujur tanpa pamrih, tanpa niat secara instan memperkaya diri dengan korupsi berjamaah.

Hormatku pada semua pemuda yang telah memilih jalan melawan kejahatan ini. Karena diam berarti mati!

*M. Hatta Taliwang

Pos ini dipublikasikan di Opini, Re-Post dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke “Hormatku Pada Pemuda Pejuang”

  1. Abi Asma' Salsabila berkata:

    Motivasi bagi pemuda agar terus berkarya dan berjuang mewujudkan mimpi-mimpinya ditengah keterbatasan. semangat kawan…ewako…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s