Kata Pemimpin Imperium Romawi tentang Muhammad

Sebuah lintasan sejarah…

“Aku sudah menanyakan kepadamu tentang nasabnya. Lalu engkau katakan bahwa dia adalah orang yang terpandang di antara kalian. Memang begitulah para Rasul diutus pada suatu nasab dari kaumnya.

Aku sudah menanyakan kepadamu apakah pernah ada seseorang di antara kalian sebelumnya yang mengatakan seperti yang dikatakannya. Lalu engkau katakan tidak ada. Andaikan ada, tentu kukatakan bahwa memang ada orang yang meniru-niru perkataan yang pernah disampaikan sebelumnya.

Aku sudah menanyakan kepadamu, apakah di antara bapak-bapaknya ada yang menjadi raja. Engkau katakan tidak ada! Kalaupun ada di antara nenek moyangnya yang menjadi raja, tentu akan kukatakan bahwa memang ada di sana seseorang yang sedang mencari-cari kerajaan bapaknya!

Aku sudah menanyakan kepadamu, apakah kalian menuduhnya pembohong sebelum dia mengatakan apa yang dikatakannya? Engkau katakan tidak. Memang aku tahu, dia tidak mungkin berdusta terhadap manusia dan terhadap Allah.

Aku sudah menanyakan kepadamu, apakah yang mengikutinya orang-orang terpandang atau orang-orang yang lemah. Engkau katakan orang-orang lemahlah yang banyak mengikutinya. Memang begitulah pengikut para Rasul.

Aku sudah menanyakan kepadamu, adakah seorang yang murtad dari agamanya karena benci kepada agamanya itu setelah memasukinya. Engkau katakan tidak ada. Begitulah kalau iman sudah merasuk ke dalam hati.

Aku sudah menanyakan kepadamu, apakah ia pernah berkhianat. Engkau katakan tidak pernah. Memang begitulah para Rasul yang tak pernah berkhianat.

Aku menanyakan kepadamu tentang apa yang ia perintahkan. Engkau katakan, bahwa ia menyuruh kalian untuk menyembah Allah, tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya, dan melarang kalian menyembah berhala. Menyuruh kalian mendirikan shalat, bershadaqah, dan menjaga kehormatan diri.

Jika yang engkau katakan ini benar, maka ia akan menguasai tempat kedua kakiku berpijak saat ini. Jauh-jauh sebelumnya, aku sudah menyadari bahwa orang seperti dia akan muncul, akan tetapi aku tidak menduga bahwa ia akan muncul dari kalangan kalian. Andaikan aku bisa bebas bertemu dengannya, andaikan aku berdiri di hadapannya, tentu akan kubasuh kedua telapak kakinya.”

*Perkataan Heraclius Sang Caesar kepada Abu Sufyan tentang seorang pemimpin umat yang hidup semasanya, yang dengan berani mengirimkan surat seruan agama “baru” bagi imperium raksasa Romawi, yakni Muhammad bin Abdullah.

(Dalam sebuah hadits, diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim)

Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s