Capres Indonesia Pilihan Ojekers Balikpapan

Saya ingin kultwit Capres Indonesia pilihan para penyedia layanan jasa angkutan ojek di Balikpapan…

Pagi tadi sy nongkrong di pangkalan ojek KM 0 Balikpapan, Plaza Rapak. Melihat para ojekers menanti penumpang.

  1. Kalau mau ngobrol topik gosip ala ojekers, ya ke pangkalan ojek. Ttg motor, penghasilan, dapur, bini, anak, dsb, terminalnya ya di sini.
  2. Mulai dari topik ringan hingga berat ya ada di pangkalan ojekers.
    Kayaknya perlu dibuat IOC, teman baru ILC. *Indonesian Ojekers Club*
  3. Kala topik sudah masuk ke wilayah pemerintahan. Lebih didominasi keluhan dari ojekers.
  4. Kesempatan saya buat susupin obrolan ttg pilpres dan para kandidat.
  5. Pertama, respon ojekers terhadap pilpres lebih positif dibanding respon trhdp pileg. *ini pertanda partisipasi pemilih di pilpres akan meningkat
  6. Para ojekers ini lebih bersemangat bicarakan para kandidat yg jumlahnya ‘hanya’ dua pasang. Lebih mudah mengenali drpd para caleg yg banyak.
  7. Seperti pilpres yg lalu-lalu, pd pilpres kali ini pun para ojekers tetap menaruh harapan. Harapan kebaikan dan perbaikan.
  8. “Apakah harapan yg bpk maksud ada kaitannya dgn kondisi perekonomian bpk saat ini? ttg pekerjaan, penghasilan?” tanya saya | “Tidak. Tdk harus ttg itu”
  9. “Lalu?” | “Yg kami butuhkan sbg wong cilik ini adalah rasa aman dek. Rasa aman itu bisa bikin tenteram dan damai. Itu yg paling utama”
  10. “Kalau sudah aman, tenteram, damai, bisa tenang kita cari uang. Biar banyak uang tp tdk aman ya tdk tenang hidup. Kayak koruptor itu pang.”
  11. “Tdk ingin hidup lebih mapan dari yg skrg? Tdk nuntut pemerintah siapkan semacam subsidi utk rakyatnya?” | “Ingin ada, tp tdk amat lah..
  12. ..Sebenarnya bukan mapan dek. Lebih ke hidup nyaman. Mapan kayaknya tdk nyaman jg. Itu tetangga sy hartanya banyak tp ribut terus rumahnya..
  13. Klu persoalan penghasilan kembali ke kita masing2. Yg penting mau kerja. Banyak kerjaan halal kok. Tp pemerintah jg perlu perhatikan kita.
  14. “Jadi tugas pemerintah yg bpk harapkan gmn?” | Satu, hadirkan rasa aman. Dua, layanan utk masyarakat mudah dijangkau, mudah diurus…
  15. Tiga, pemimpinnya itu tegas, berani, tp ttp bs dekat dgn kita rakyat kecil ini.” | “Sama koruptor tegas, sama wong cilik dekat?” | “Betul”
  16. “Lalu dari dua calon skrg ini, pak Jokowi dan pak Prabowo, mana yg kira2 bisa penuhi harapan bpk2 td? | “wah..msh ditimang-timang dek”
  17. “Gmn tuh bapak menilai keduanya” | “Pak Jokowi itu ramah, dekat gitu nah ke rakyatnya. Suka blusukan. Bagus itu.”
  18. “Pak Prabowo itu tegas. Dia kan tentara, jujur bpk itu tenang klu dekat tentara. Sekitar rumah aman gitu nah rasanya klu ada tentara.”
  19. “Jadi?” | “Bagusnya mereka itu berpasangan. Terserah lah siapa capres cawapresnya.” | “Gak bisa sudah pak. Beda gerbong. Hehe..”
  20. “Klu bpk harus milih, milih yg mana?” | “Yg bisa beri rasa aman dek” | “Jokowi atau Prabowo?” | “Kayaknya pak Prabowo.”
  21. “Pak, ojek.”
    Obrolan kita seketika berhenti oleh suara panggilan ojek dari ibu2 paruh baya.
    “Dek, antar langganan dulu.” | “Monggo pak”
  22. Obrolan sy dg ojekers di atas sekitar jam 10an pagi. Habis itu ada rasa penasaran, dari mana mereka mengenal sosok Jokowi dan Prabowo.
  23. Mereka kan di Balikpapan sini. Dua tokoh yg kita bicarakan ini kan jarang di sini.
    Meski bisa ditebak efek media. Tp perlu dikonfirmasi.
  24. Siang seusai Dhuhuran sy balik lg ke pangkalan ojekers. Kebetulan dekat dari t4 rehat sy di sini. Bapak yg td syukurnya ad jg di sana.
  25. “Ojek dek?” Tanya beliau melihat sy datang. | “Nggk pak. Mau numpang nongkrong sj” | “Tinggal dmn di sini?” | “Sy tinggal di Smd pak.”
  26. “Oh. Ada di sini ngapain?” | “Transit doang pak. Habis dari Jogja. Ini numpang di t4 abang. Klu gk sore malam sy ke Smd.”
  27. “Naik apa ke Smd?” | “Yg jelas gk naik ojek pak. Hehe..” | “Eh…jgn salah. Asal tarifnya sesuai, ayoo..motor bpk msh sanggup.”
  28. “Seriusan pak ojek Bpp ke Smd?” | “Buat anak isteri, yg penting halal, tarik maang” | “Ciee…bapak nih romantis. Tp gk deh pak. Bawaan sy ada bbrp kardus. Berat. Kasihan motor bapak keberatan. Nah saya kasihan berat di ongkos.” *ketawa berjama’ah*
  29. “Oia, td pak sy tanya ttg Jokowi dan Prabowo, bpk seolah kenal dg keduanya. Tahu drmn ttg keduanya pak?” | “Dari televisi. Beritanya banyak”
  30. “Pak Jokowi itu suka blusukan. Kalau banjir dia turun. Suka dikerumuni warga. Warga minta foto, tdk ditolak.”
  31. “Prabowo itu klu pidato tegas. Berani. Berwibawa. Perhatian sm nelayan dia itu. Di berita televisi begitu. kita mmg butuh sosok sprti itu.”
  32. ……………………
  33. Benarlah bhw warga banyak tahu ttg Jokowi atau Prabowo lewat media, khususnya TV. Pemberitaan yg massif telah membentuk persepsi publik.
  34. Persepsi publik yg telah terbentuk trhdp seseorang atau produk, maka itulah yg akan mnjd citra atau brand dari sosok atau produk tsb.
  35. Dalam hal ini, baik (tim) Jokowi ataupun (tim) Prabowo telah sukses membangun citra/brand masing2 di mata publik lewat pemberitaan dan iklan yg massif.
  36. Pertanyaan kemudian bg pemerhati ilmu komunikasi publik: brand manakah yg dibutuhkan oleh publik saat ini. Citra mana yg diinginkan rakyat.
  37. Sbg penghuni kolong langit Kaltim, harapan para ojekers td bs dipahami. Kaltim msh rentan dg konflik. Isu SARA paling sering jd sebab.
  38. Sehingga keamanan, kondusivitas, ketenteraman, kedamaian, jadi hal yg paling diharapkan di Kaltim.
  39. Di Balikpapari n sendpernah terpajang banyak spanduk dg isi kurang lebih: “Tidak ada tempat bagi pengacau.” “Tidak menerima konflik sara.” Dsb..
  40. Wajar jika sebagian warga Kaltim menaruh harap pd capres yg dirasa mampu penuhi harapan2 tsb.
  41. Di pangkalan ojek sini bisa jd di antaranya berniat akan memilih Prabowo. Di pangkalan lain bisa jd berniat pilih Jokowi.
  42. Yang jelas, bagi pemilih rasional, pilihan mereka akan jatuh ke calon yg kira2 bisa penuhi harapan mereka. #noted
  43. Salam dari ojekers Pangkalan Klamono, mall Rapak, Balikpapan, utk capres @jokowi_do2 @Prabowo08

Ojekers Pangkalan Klamono, Mall Rapak, Balikpapan,Kaltim

Ojekers Pangkalan Klamono, Mall Rapak, Balikpapan,Kaltim

*Note ini dirangkum dari twit @SurahmanJie

<

p style=”text-align:justify;”> 

Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s