Lagi, Jelang Ramadhan, Mari Kita Bersiap (1)

Bismillahirrahmanirrahiim…

Tak terasa kita akan berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun ini, tahun 1435 Hijriah / 2014 Masehi. Waktu memang berlalu tak terasa begitu cepat. (Kecuali bagi Anda yang hobi menghitung waktu jam per jam). Insya Allah, semoga kita sampai berjumpa dengan si Ramadhan (*Amin berjama’ah). Anda Sudah siap?

Saat ini masa jelang Ramadhan. Apa saja yang sedang kita lakukan menjelang datangnya bulan yang lain daripada yang lain ini? Ini bulan spesial. Banyak hal spesial yang akan kita jalani sebulan penuh nanti di dalamnya kan?. Paling tidak kita perlu melakukan persiapan. Layaknya kita hendak melakukan perjalanan lah kesahnya ini. Mari sharing.

Sebelumnya catatan ini saya sadur ulang dari kultwit saya via akun twitter @SurahmanJie dengan hastag #JelangRamadhan. Jadi di sini kita masih pakai penulisan hastag yang sama.

#JelangRamadhan ini masa untuk membiasakan diri, bukan melampiaskan diri. Sepakat?

Sedikit-sedikit, puasa. Bukan sedikit-sedikit, makan.  Sedikit-sedikit, ambil Qur’an tilawah. Bukan sedikit-sedikit, ambil bantal tidur. Bahkan ada atau tidak ada bantal, tidur.

Pesannya kan begitu, persiapan #JelangRamadhan bukan pelampiasan #JelangRamadhan.

Mentang-mentang akan puasa satu bulan di siang hari nanti saat Ramadhan, jadi #JelangRamadhan ini sedikit-sedikit makan siang-malam. Takut kehilangan gizi atau berat badan (Bagi perempuan kayaknya tidak ada takutnya kehilangan berat badan? Justru sebaliknya. Katanya sih mayoritas begitu. Hehe..)

Ok lanjut…

Bagusnya #JelangRamadhan ini sedikit-sedikit puasa, sedikit-sedikit tilawah, sedikit-sedikit sedekah. Biar terbiasa nanti saat Ramadhan. Kalau #JelangRamadhan malah jadi pelampiasan sedikit-sedikit makan, yakin nanti Ramadhan bisa terbiasa tahan godaan makanan? Saat Ramadhan tiba, malah semakin bertambah banyak variasi menu makanan penuh kreasi dan inovasi gentayangan. Makin mengundang selera makan lah jadinya.

Ok, #JelangRamadhan perlu persiapan, bukan pelampiasan. Setuju kan?

Soalnya begini loh, saat #Ramadhan virus sekaligus vitamin kemalasan merajalela. Datang tak diminta. Diusir sulitnya minta ampun. Makanya perlu pembiasaan dari sekarang #JelangRamadhan. Pembiasaan untuk melatih diri. Bukan pelampiasan memanjakan diri. Apa yang kita biasakan #JelangRamadhan itu yang akan menjadi-jadi saat #Ramadhan nanti.

Jika #JelangRamadhan dilatih puasa di terik siang, ibadah malam hari, tahajjud dinihari, jama’ah subuh di masjid, mudah-mudahan terbiasa di #Ramadhan nanti. Insya Allah demikian.

Jika sudah terbiasa, virus sekaligus vitamin kemalasan bakal gigit jari untuk menggoda kita. Tetap akan terus menggoda, tapi minimal kita sudah ada imunitas dini. Jika #JelangRamadhan kita terbiasa memanjakan diri tuk bersantai, ya Ramadhan nanti bakal menjadi-jadi. Vitamin kemalasan pun mudah menjangkiti.

Selanjutnya, jika terbiasa banyak tidur #JelangRamadhan, saat Ramadhan bakal menjadi-jadi. Keluarlah pembenaran > “Tidurnya orang yang berpuasa kan berpahala”. Iya, memang benar ada hadits mengatakan demikian. Tapi Anda bisa dituntut pasal penyalahgunaan hadits loh (?)

Kerjanya tidur melulu. Puasa dijadikan alasan pembenar untuk tidak lagi beraktivitas yang produktif. Rasulullah dan para sahabat itu kala puasa Ramadhan silam di zamannya malah lebih hebat loh. Pernah dengar kan, kisah nyata mereka memenangkan beberapa perang besar dan menentukan itu saat bulan Ramadhan. Saat mereka sedang berpuasa! Lah kita? Oh menang perang juga selalu. Perang di game Play Station! Game online!! *Istighfar*

Semoga Allah Swt memberikan ganjaran berlipat untuk Rasulullah dan para sahabat.

Lanjut lagi. Apa yang menjadi pemandangan dadakan saat #JelangRamadhan? Mungkin salah satunya, iklim belanja meningkat. Nah, ini juga bisa jadi masalah nanti. Jika terbiasa belanja sana-sini #JelangRamadhan, saat Ramadhan nanti bakal menjadi-jadi. Kan diskon ramai tuh saat Ramadhan. Terpinggirkanlah infaq & sedekah. *Sedih*

#JelangRamadhan ini intinya kita kudu harus wajib melatih & membiasakan diri dengan hal-hal positif. Mulai eliminasi negative-negatifnya lah. #JelangRamadhan mulai rancang program-program targetan yang akan diperjuangkan saat Ramadhan nanti. Target personal, target keluarga, target sosial, de es be (bukan es be ye apalagi es pu kat).

Targetkan dengan baik, agar sukses Ramadhan bisa dicapai, bukan malah kecapaian🙂

Apa saja contohnya?

to be continued…

Catatan ini hasil sadur ulang dari catatan panjang saya  yang sama di blog ini setahun lalu. Tepat saat jelang Ramadhan juga. Saya posting ulang dengan beberapa perbaikan. Semata-mata untuk mengingatkan diri khususnya dan sesama pada umumnya. Catatan dangkal ini semoga bermanfaat untuk kita semua.

(Kamis, 12 Juni 2014. Pukul 01.45 wita dinihari.)

Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s