Lagi, Jelang Ramadhan, Mari Kita Bersiap (2)

Saat-saat #JelangRamadhan harus kita pergunakan dengan baik membiasakan diri dengan hal-hal positif. Meminimalisir hal-hal negatif. #JelangRamadhan mulai rancang program-program targetan yang akan diperjuangkan saat Ramadhan nanti. Baik itu target personal, target keluarga, target sosial, dan lain sebagainya. Apa saja contohnya?

Mari kilas balik history Rasulullah Saw dan para sahabat “Generasi Pertama” bagaimana mereka mengisi waktu masa #JelangRamadhan dengan penuh keceriaan dan kekerenan dalam kebaikan.

Para sahabat bergembira menyambut datangnya #Ramadhan. Mereka saling mengingatkan & saling memotivasi #JelangRamadhan. Ekspresi kegembiraan itu sesuai tuntunan Rasulullah, “Barang siapa gembira menyambut Ramadhan, Allah akan menggembirakannya di akhirat kelak”. Para sahabat gegap gempita. Masing-masing merancang apa yang akan dilakukan di bulan istimewa Ramadhan nanti. Para sahabat berlomba dalam kebaikan.

Salah satu aktivitas para sahabat #JelangRamadhan adalah ziarah kubur untuk dzikrul maut (mengingat mati). Hal ini para sahabat lakukan untuk mengasah kesadaran batin. Ziarah kubur mengingatkan mereka bahwa suatu saat nanti, mereka pun akan menyusul menempati ‘rumah masa depan’ kira-kira sesempit 2×1 m tersebut. (Sudah pada pesan kaplingan rumah masa depan?ūüėÄ *lirik lahan kosong* )

Dikisahkan, jika sudah mengingat mati biasanya para sahabat menangis tersedu-sedu mengingat memori rekaman kesalahan-kesalahan mereka. Para sahabat begitu sedih, seakan-akan mereka manusia paling berdosa sedunia! Para sahabat begitu takut akan dosanya di hadapan Allah Swt. Contohnya bisa dilihat dari sikap salah seorang sahabat besar, Umar bin Khattab. Diriwayatkan dari Abdullah bin Amir, dia berkata, “Saya pernah melihat Umar bin Khattab mengambil segenggam tanah dan berkata, “Seandainya saya adalah tanah ini. Seandainya belum diciptakan. Seandainya ibuku belum melahirkanku. Seandainya saya tidak menjadi apa-apa. Seandainya saya tidak menjadi hamba yang hina.” Masha Allah. Bandingkan dengan kita yang tetap santai tanpa beban. Hal ini tidak menggeneralisir. Saya percaya ada orang-orang di era modern kini yang tetap tersedu-sedu mengingat mati.

Aktivitas ziarah kubur ini perlu juga kita lakukan. Tapi catat, ke kuburan sebatas itu saja lho! Untuk dzikrul maut. Jangan sampai lakukan sesuatu yang keluar dari syariat. Ngasih ini ngasih itu. Baca bacaan sembarangan yang tidak ada tuntunan Qur’an dan Sunnah. Minta ini itu kepada penghuni kubur.

Alhamdulillah, dari para sahabat Rasulullah Saw kita belajar banyak hal terkait momentum #JelangRamadhan. (Kok tahu? Hasil membaca. Tuntunannya kan gitu: Iqro’ bro. hehe‚Ķ).

Setidaknya ada empat hal yang kita pelajari dari Rasulullah Saw dan para sahabatnya yang mulia dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Pertama, kita perlu bergembira menyambut datangnya Ramadhan. Sekalipun dengan modal Rp 10rb rupiah sekarang tidak banyak lagi bensin yang bisa kita dapatkan. Tak seperti dulu saat harga BBM belum mengalami kenaikan. Tetaplah bergembira.

 Jadi, sudah bergembira belum? Ayo bergembiralah sambut Ramadhan. Tapi jangan kebablasan juga. Agar nampak gembiranya, tersenyumlah terus sendirian di sepanjang jalan yang Anda lalui. *Itu beda kasus*

 Kedua, #JelangRamadhan kita asah mental-spritual kita dengan hidupkan kepekaannya. Sarananya? Bisa ziarah kubur untuk dzikrul maut, rihlah lintas alam, mabit, apa saja yang sesuai. Sesuatu yang ketika engkau melakukannya engkau mengucap tasbih, tahmid, dan takbir meresap hingga ke pembuluh darah, membuat bulu kuduk merinding, membuat ubun-ubun bergetar. Saking Anda menghayatinya.

Misal, saya pernah suatu ketika naik gunung. Saat sudah di ketinggian, kita melihat sekeliling. Kita bisa merasakan betapa kecilnya kita di tengah alam. Alam yang diciptakan oleh-Nya. Hanya takbir yang menggema kala itu. Mengiringi tenggelamnya jiwa dalam penyesalan akan keangkuhan diri yang terkadang dilakukan. *istighfar*

Lanjut, ketiga, lakukan persiapkan dengan optimal. Minimal pada 4 hal, yakni ilmu, ruhiyah, fisik, harta.

to be continued…

(Kamis, 12 Juni 2014. Pukul 02.20 wita dinihari.)

Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s