Lagi, Jelang Ramadhan, Mari Kita Bersiap (3)

Saat #JelangRamadhan ini kita perlu melakukan persiapkan dengan optimal. Persiapan yang kita lakukan setidaknya pada empat hal, yakni ilmu, ruhiyah, fisik, dan harta.

Pertama, aspek ilmu. Tentu untuk menjalankan sesuatu kita perlu memiliki ilmu dan wawasan terkait hal itu. Agar tidak kenapa-kenapa nantinya. Tidak melanggar. Tidak sia-sia. Dan yang tidak-tidak lainnya. Kaidah fiqihnya: “Al – ‘ilmu qobla ‘amal wal qoul” (Ilmu itu sebelum perbuatan dan perkataan). Jadi, yang paling awal harus kita persiapkan adalah ilmu seputar Ramadhan dan seluk beluknya.

Mulai dari bagaimana puasa yang baik dan benar, apa saja yang membatalkan, apa yang harus dihindari, apa yang perlu diamalkan. Bagaimana sholat tarawih yang sesuai tuntunan, Bagaimana sahur dan berbuka yang mantap dan sehat, serta banyak hal lainnya perlu kita ketahui. Jangan biarkan Ramadhan kita ini mengalir begitu saja. Ibarat kata: capeknya dapat, manfaat dan berkahnya tak dapat. Sayang sekali jika demikian. Dalam hal ini prinsipnya seperti iklan itu loh: “Ini dulu, baru itu. Ilmu dulu, lanjut itu amal dan perkataan.”

Kedua, aspekruhiyah. Sebagian sudah kita uraikan pada tulisan bagian sebelumnya. Mengasah spiritual kita itu penting.Mengapa penting? Ramadhan ini adalah laboratorium spiritual. Kita perlu menyiapkan diri kita sebelum nantinya benar-benar digembleng di dalam laboratorium ini. Kita harus bersiap menjalani Ramadhan dengan seabrek kewajiban yang harus kita laksanakan di dalamnya.

#JelangRamadhan kita perlu bersiap secara spiritual. Perbanyak doa seperti doa yang diajarkan Rasulullah Saw: “Allahumma baariklanaa fii rajab wa sya’baan, wa balighnaa Ramadhaan” (Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami di bulan Ramadhan).

Begitu juga dengan teladan berikutnya, Ali bin AbiThalib ra, sahabat Rasulullah Saw yang dikenal keluasan ilmunya, menyiapkan hati dan memotivasi dirinya dengan berdoa: “Ya Allah, masukkanlah bulan yang mulia ini kepada kami dengan aman dari gangguan penyakit, longgar dari berbagai kesibukan, dan berikanlah kami kerelaan untuk tidak banyak tidur di dalamnya.” Nah mantap ‘kan ?

Berikutnya, ketiga, aspek persiapan fisik. Hal ini penting juga. Persiapan fisik ini secara pribadi saya bagi menjadi dua. Pertama, bisa berupa pembiasaan fisik. Misalnya dibiasakan puasa, biasakan mulai ibadah malam, tidur lebih awal, bangun ibadah jelang subuh. Jadi fisik kita nanti tidak begitu kaget dalam menjalani aktivitas Ramadhan. Kedua, penjagaan fisik. Menjaga diri agar sebisa mungkin jangan sampai sakit. Bagaimana deh caranya. Hindari hal-hal yang bisa mengancam kesehatan kita. Kalau pun tetap sakit #JelangRamadhan, kita terima sebagai cobaan dari Allah Swt. Allah hendak mengangkat kelas (derajat) kita.

Selanjutnya, keempat, aspek persiapan harta. Persiapan harta di sini maksudnya bukan disiapkan untuk berfoya-foya nanti di Ramadhan. Diberi rejeki harta oleh Allah sisihkan untuk kebutuhan Ramadhan nanti. Sebagai contoh, kami perantau penghuni “kost Maharani” atau “kost PK-D Ujung” atau “kost Warnet Dua Ribu” Jl. Pramuka Samarinda (namanya banyak tapi sama saja tempatnya, ada histori tersendiri di balik namanya yang bermacam-macam itu🙂. Kami rembuk untuk bersiap diri #JelangRamadhan menyisihkan uang jajan untuk patungan beli perlengkapan masak beserta bahan-bahan kebutuhan masak-memasaknya. Mengakali pemenuhan kebutuhan Ramadhan dengan keuangan yang pas-pasan. Sisihkan coast biayatersendiri untuk kebutuhan Ramadhan.

Persiapan lain, sisihkan uang jajan kita untuk modal infaq & sedekah nanti di bulan Ramadhan. Ramadhan kita perbanyak berbagi kepada saudara lainnya yang membutuhkan. Dengan infaq dan sedekah kita berinvestasi “bisnis” dunia dan akhirat. Ali bin Abi Thalib ra, senantiasa menyiapkan dua dirham setiap harinya. Satu dirham beliau sedekahkan pada siang hari. Satu dirhma lainnya beliau sedekahkan pada malam hari.

Begitulah, persiapkan sebagian harta untuk kebutuhan-kebutuhan lainnya selama Ramadhan. Mudah-mudahan Allah melancarkan rezeki penghasilan kita bagi yang sudah punya penghasilan, apapun kerjanya sing penting halal. Semoga Allah melancarkan rezeki kiriman bulanan dan tunjangan Ramadhan Anda dari orang tua yang masih ditopang hidup sama orang tua. < *pelajar-mahasiswa rantau langsung meng-amin-kan dalam hati🙂

Sudah siap menjalani bulan penuh keagungan (Ramadhan) ?

to be continued…

(Kamis, 12 Juni 2014. Pukul 02.45 wita dinihari.)

Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s