Itu Reaksi (Mental) Bar-Bar

Kantor media TVOne dan kantor salah satu parpol diamuk sekelompok orang tak dikenal

Kantor media TVOne dan kantor salah satu parpol diamuk sekelompok orang tak dikenal

Pada media-media tersebut saya sendiri secara pribadi ingin sekali beri mereka shock terapi. Ingin “nonjok” redaktur dan para pemiliknya. Mereka semua sudah membuat para pelaku jurnalistik di lingkungannya menodai nilai-nilai luhur media. Tapi tentu tonjokan itu tidak dengan cara bar-bar. Penyerangan ke kantor media secara sporadis bagi saya itu sebuah cara bar-bar. Tidak elegan. Kita ini punya aturan main.

Media yang dirimu anggap menghina lembagamu itu sudah mendapat sanksi dewan pers. Mereka akan menjalankan sanksi tersebut. Itu pembelajaran dan teguran nyata buat mereka.

Dirimu sudah terlanjur menyerang dengan cara bar-bar fasilitas milik orang. Sekarang kamu sendiri juga harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu. Merusak fasilitas milik orang itu adalah perbuatan kriminal di mata hukum.

Pihak kepolisian harus mengusut perbuatan kriminal tersebut hingga tuntas. Semua pihak harus mendukung polisi mengusut penyerangan kantor media tersebut. Bukan malah sebaliknya mendesak polisi agar mendiamkan. Semua pihak harus dorong polisi tegakkan aturan. Sebagaimana kita semua dorong Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia tegakkan kode etik pers dan aturan penyiaran.

Media itu sekarang kena batunya. Mereka harus sediakan slot jam tayang hak jawab bagi pihak yang merasa terhina dan tercemarkan nama baiknya.

Nah dirimu, kalau ingin tempuh cara bar-bar, kembalilah ke zaman bar-bar. Carilah tempat yang menerima cara bar-bar itu. Tapi percayalah, hari ini dirimu tidak akan menemukan lagi tempat di belahan bumi Indonesia manapun, yang masih menerima cara bar-bar. Jika dirimu ingin memaksakan cara bar-bar, waktu yang akan menunjukkan bagaimana dirimu dikucilkan dari pergaulan sosial.

Bahwa tidak ada reaksi jika tak ada aksi. Tidak ada asap jika tak ada api. Kita semua sepakat. Tapi kita hari ini adalah manusia beradab bukan? Manusia-manusia yg bermental positif bukan? Kita berada dalam lingkungan yang diisi oleh aturan yang kita sepakati bersama. Adab dan mental positif tersebut seharusnya menyadari dan menerapkan aturan yang disepakati bersama. Jalankan bersama.  Jika ada yang melanggar, proses, sanksi siap menanti. Berikan sanksi tersebut lewat mekanisme penegakan aturan dan penerapan sanksi. Kawal bersama. Bukan langsung serang sporadis. Itu reaksi mental bar-bar.

Masih segar dalam ingatan bagaimana sebuah media menyerang Rohis dengan tuduhan teroris. Bagaimana reaksi Rohis?

Rohis tidak bereaksi secara bar-bar, meski mereka bisa melakukan itu. Mereka bereaksi secara beradab sesuai aturan yang ada.  Reaksi komplain yang Rohis lakukan dengan cara beradab, sesuai aturan yang berlaku, telah membuat Rohis mendapat harkat, martabat, dan kehormatannya dengan jalan elegan. Sikap elegan Rohis tersebut membuat pihak yang awalnya antipati dengan mereka, kini balik jadi penopang kegiatan-kegiatan mereka. Do you see that?

Bandingkan dengan reaksi bar-barmu. Cobalah minta konsultan survei tuanmu untuk lakukan riset. Bagaimana respon publik terhadap sikap reaksimu tersebut? Berapa persen yang bersimpati. Berapa persen yang antipati. Ku rasa konsultan survei tuanmu tidak akan berani merilis hasil temuannya terkait mayoritas opini dari publik.

Reaksi bar-barmu itu kini membuat publik yang awalnya mulai condong ke capres-cawapresmu jadi ragu dan berbalik arah. Mereka takut dengan sikap mental bar-barmu.

Seorang Anies Baswedan pernah berucap: perilaku para pendukung menunjukan perilaku yang mereka didukung.

Karena sikap bar-barmu itu mas Anies Baswedan harus berjibaku merumuskan opini pembelaan lain lagi sebagai juru bicara pasangan jagoanmu.

Banyak yang mengatakan bahwa perilaku kita berawal dari mental kita kan? Ok, cara kita bereaksi menunjukkan bagaimana karakter mental kita. Selamat merevolusi mental kawan.

Surahman Al Malik
@SurahmanJie

Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s