Si Potensi dan Kekuatan Kepepet (Part 1)

Al Kisah

Suatu ketika di sebuah kerajaan, Sang Raja di sana ingin menikahkan puteri satu-satunya. Saat itu Sang Raja sudah cukup tua dan segera butuh pengganti yang pastinya tidak lain dan tidak bukan adalah suami dari puterinya tersebut. Karena itu, sang raja benar-benar harus memilih pemuda yang tidak hanya cocok untuk sang puteri, tetapi juga memiliki kemampuan yang baik untuk memimpin kerajaannya kelak.

Seperti pada kisah-kisah kerajaan lainnya yang pernah saya dengar, saya tonton, saya baca, dan mungkin begitu juga dengan Anda, saat itu, sang Raja mengadakan sayembara. Sayembara ini sangat sederhana sampai-sampai membludak jumlah pemuda yang mendaftarkan diri untuk mengikutinya.

“Barangsiapa berani dan sanggup menyeberangi kolam renang yang berjarak 50 meter saja dan menjadi pemenang, maka akan diberi hadiah. Hadiah bagi pemenang adalah akan dipersuntingkan dengan puteri Sang Raja.” begitu isi pengumuman terpajang di berbagai penjuru kerajaan.

Gampang kan? Siapa coba yang tak mau mempersunting puteri Raja yang cantik jelita hanya dengan menyeberangi kolam yang jaraknya 50 meter? Saking gampangnya, jika saja saat itu kita ada di sekitar daerah kerajaan tersebut sepertinya beberapa di antara kita juga akan nimbrung ikut sayembara.

Hingga tiba hari H sayembara. Saat itu memang para pemuda sudah berlomba-berlomba hadir pada waktu sayembara dilaksanakan. Mereka berebut posisi terbaik untuk melakukan start yang tepat. Mereka begitu sangat antusias dengan ekspresi wajah bercampur antara tegang dan berseri-seri. Semua konsentrasi menanti aba-aba dimulainya lomba. Tiba-tiba, seekor buaya yang tidak diberi makan selama beberapa hari sebelumnya dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam kolam. Buaya itu nampak sangat kelaparan dan ganas. Spontan kumpulan pemuda yang tadinya bersiap di tepi kolam kaget dan mundur perlahan dari sisi kolam. Tak ada yang berani mendekati kolam, apalagi menceburkan diri ke dalam kolam berisi pemangsa kelaparan itu. Nyali sekian banyak peserta ciut seketika. Tidak ada yang mau menggadaikan hidupnya sekalipun diiming-imingin dipersunting dengan puteri jelita dan menjadi menantu Raja serta pewaris tahta kerajaan.

Ketika peluit tanda lomba dimulai tak satupun peserta yang berani menceburkan dirinya ke dalam kolam saat itu. Sunyi, sepi, tak ada keramaian, tapi masih banyak orang di lokasi itu.

Tiba-tiba terdengar bunyi “byuurr!!…byuurr!!” semua mata tertuju ke kolam dan mengamati dua percikan air. Percikan pertama seorang pemuda yang tidak begitu jelas rupanya karena terhalangi percikan air. Percikan kedua dari si buaya kelaparan. Terlihat buaya sedang mengejar percikan di depannya. Semua tegang melihat kejadian itu. Tak lama kemudian di seberang kolam muncullah seorang pemuda biasa, bertubuh tidak begitu tegap dan tidak pula kekar. Pemuda itu sedikit menggigil, nampak pucat dan ngos-ngosan menarik nafas. Sang Raja yang turut menyaksikan aksinya menghampiri pemuda itu. “Selamat, Anda berhasil!,” ujar sang Raja bahagia karena mendapatkan pemuda yang biasa saja tapi nampak berani dan kuat seperti dia.

Raja lalu menyalami pemuda itu dan bertanya, “Apa kiatnya menyeberangi sebuah kolam yang di dalamnya ada buaya ganas kelaparan,”. Pemuda itu menatap Raja sejenak lalu mengarahkan tatapannya kepada semua peserta yang datang. Wajahnya memerah dan berteriak, “Woii!! Sialan! Siapa tadi yang mendorong saya masuk ke kolam? Siapa??!! Kenapa bukan kau saja yang lompat ke kolam..hah!!

Sang Raja bingung. Si Pemuda tadi lalu menjelaskan bahwa dia sebenarnya tidak bisa berenang cepat, dia enggan melompat dan berenang melewati kolam. Karena takut menjadi santapan buaya lapar. Namun Raja tetap bersikukuh pemuda itu telah berhasil melewati kolam dengan kejaran buaya ganas di dalamnya. Sebagaimana janji sayembara, pemuda itu lalu dipersuntingkan dengan putri raja dan menjadi pewaris tahta kerajaan tersebut. Dari seorang pemuda miskin kini menjadi pemuda yang dihormati seantero negeri.

Haha..apa Anda tertawa? Silahkan. Karena saya pun tertawa terpingkal-pingkal ketika pertama kali membaca cerita jenaka di atas. Saya ingat ketika itu saya tengah mengikuti sebuah materi dalam sebuah kegiatan pelatihan kemahasiswaan yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Al Mizan Fakultas Hukum Universitas Mulawarman. Bisa Anda bayangkan, saya yang tertawa keras langsung menjadi pusat perhatian seisi ruangan. Malu tak karuan? Pastinya. Saya hanya bisa garuk-garuk kepala yang tidak gatal sambil memasang wajah memelas agar dimaafkan. Cerita di atas saya sadur ulang dari prolog buku “100 % LDK itu KEREN!!!, karangan Agung Wijaya Mitra Alam.

Si Potensi

Sahabat, ternyata pemuda dalam cerita di atas juga sebenarnya sama dengan yang lain. Tidak berani mengambil resiko sebesar itu. Tapi siapa sangka pemuda itu ternyata punya potensi dan kemampuan untuk melewati teror buaya ganas dan menjadi pemenang sayembara? Siapa juga yang bisa tahu kalau peserta yang lain tidak ada potensi untuk menyelesaikan tantangan yang ada? Kisah di atas memang hanya sebuah cerita jenaka yang belum pasti bisa ditemukan dalam kehidupan nyata (Atau mungkin sudah pernah ada?).

Dari kisah di atas, ada nilai dan pesan hikmah yang bisa kita petik di dalamnya. Bahwa pada hakikatnya, setiap kita dibekali potensi terpendam yang tak jarang kita sendiri tidak menyadarinya. Sehingga dibutuhkan sedikit saja keberanian dan optimisme untuk memunculkan potensi dan kemampuan kita itu ke permukaan. Jangan biarkan bisikan-bisikan rasa takut yang menggunung malah menenggelamkan kita dalam lautan keraguan. Potensi kita pun tetap terkubur di tempat terdalam. Padahal jika potensi itu bisa kita gali dan optimalkan, bukan tidak mungkin selain bermanfaat bagi diri kita juga bermanfaat bagi orang lain. Bukankah sebaik-baik manusia adalah dia yang bermanfaat bagi orang lain?

Bersambung…

@SurahmanJie

Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Si Potensi dan Kekuatan Kepepet (Part 1)

  1. Ping balik: Si Potensi dan Kekuatan Kepepet (Part 2-Habis) | surahman al malik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s