Si Potensi dan Kekuatan Kepepet (Part 2-Habis)

Si TEPOK

Pada catatan sebelumnya, saya sudah menuliskan separuh dari isi catatan ini tentang Si Potensi dalam Al Kisah Kolam Buaya (Baca: https://surahmanarea.wordpress.com/2014/09/04/si-potensi-dan-kekuatan-kepepet/ )

Ketahuilah bahwa setiap orang dari kita punya potensi dan kemampuan. Pertanyaanya bagaimana memunculkan potensi kita itu? Potensi dan segenap kemampuan bisa dimunculkan salah satunya dengan menciptakan sebuah situasi atau kondisi. Menciptakan kondisi yang memaksa kita untuk berbuat lebih dari biasanya. Semisal kondisi kepepet.

Pernah tidak Anda mengalami situasi kepepet? Sebuah situasi yang membuat Anda akhirnya mengerahkan segenap kemampuan, memanfaatkan setiap peluang, untuk menyelesaikan masalah kepepet tersebut. Misal, sebuah tugas Pekerjaan Rumah (PR) dari sekolah, tugas kuliah dari dosen, tugas kantor dari atasan, dan lain sebagainya yang harus dikumpulkan esok hari. Padahal tugas tersebut sudah diberikan sejak seminggu sebelumnya. Namun hingga hari ini belum dikerjakan karena sesuatu dan lain hal. Apa yang Anda lakukan? Sadar atau tanpa disadari, kita pun mengerahkan segenap jurus jitu untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawab tersebut agar selesai pada waktunya. Dan akhirnya tugas itu selesai! Itulah yang disebut jurus TEPOK. The Power Of Kepepet.

Saya pribadi, jujur, sering sekali berada dalam kondisi kepepet akan sebuah tugas. Dan kondisi kepepet itu membuat saya bisa menyelesaikan tugas itu. Aneh. Terkadang membuat saya bertanya, mengapa bisa demikian. Hingga saya menemukan penjelasan uniknya dalam sebuah buku keren “The Power Of Kepepet” tulisan Jaya Setiabudi (Mas J @jayaYEA). Buku ini ditujukan untuk mereka yang ingin jadi entrepreneur. Intinya, jurus TEPOK adalah salah satu cara “ampuh” untuk mengeluarkan semua kemampuan yang kita miliki. Pada kondisi normal, kita sering tidak menyadari bahwa kita memiliki kemampuan lebih dari yang kita ketahui. Bila dalam keadaan kepepet, maka biasanya kemampuan kita yang sebenarnya akan keluar dengan sendirinya. Seperti nasib pemuda yang tercebur ke dalam kolam berisi buaya ganas di atas. Kita perlu menciptakan kondisi kepepet karena kondisi semacam itu akan memacu kreativitas kita untuk mencari jalan keluar.

Jurus TEPOK bagi saya pribadi belum pernah saya terapkan dalam dunia bisnis. Tapi saya kerap kali menerapkan nilai-nilainya dalam banyak kesempatan kerja-kerja kepanitiaan seperti Event Organizer.  Semisal tatkala berkumpul dengan beberapa rekan membicarakan sebuah social project, acara-acara komunitas, program kerja organisasi, dan sebagainya. Latar belakang pertimbangan dibahas, analisa tujuan dan manfaat, target dipetakan, ide muncul untuk susun event. Lalu muncul pertanyaan “tapi”. “Tapi apa ini bisa kita kerjakan?”

Dengan iseng tapi penuh keyakinan, saya sering langsung membuat publikasi kilat via socmed. “Siapkan dirimu mengikuti event akbar akhir tahun bla..bla..bla” Memang sih acaranya akhir tahun, tapi waktunya hanya berjarak satu bulan sejak publikasi awal itu dibuat. “Woiii…gila kamu. Itu acara belum fiks. Pake dipublikasikan segala. Yakin bisa?” protes rekan-rekan biasanya. “Lah..idenya dari kalian. Sebabnya apa, tujuan manfaatnya apa, ide dan konsep acara sudah dirancang, apa lagi? Tinggal action. Nah, mau lanjut atau mundur? Publikasi sudah menyebar loh. Ayo kita kerjakan. Hehehe…” jawab saya biasanya. “Baiklah, mari kita bentuk tim kerja,” jawab mereka pasrah. Hasilnya? Acara bisa dilaksanakan. Kadang sukses besar. Tak jarang hampir sukses. Tapi dari semuanya selalu ada pelajaran dan pengalaman berharga.

Jadi ketika kita mendapati sebuah kondisi yang membuat kita terdesak, terkadang pilihannya dua: TEMPUH atau HINDARI. Tempuh untuk menjawab tantangan dan menyelesaikannya dengan resiko terancam berhasil atau hampir berhasil (jangan sering pakai kata gagal🙂. Dan kita mendapat kondisi yang membuat kita belajar banyak dari sebelumnya. Atau hindari saja dan tidak terjadi apa-apa. Anda tidak kehilangan apa-apa dan tidak juga mendapat apa-apa. Tapi satu yang pasti, Anda melewatkan kesempatan untuk mengasah potensi dan kemampuan Anda.

Jika kita mengambil jalan untuk menempuhnya, buktikan pula bahwa kondisi kepepet tidak lantas menjadi pembenaran untuk menyelesaikan masalah dengan cara-cara yang bermasalah. Temukanlah cara keluar dari suatu masalah tanpa harus bermasalah. Ingat aturan di masyarakat, ingat aturan Ilahi.

i can do itSahabat, bangkitkan keyakinan bahwa kita bisa berbuat. Bahwa kita bisa mengambil peran dari upaya perbaikan kehidupan pribadi dan kehidupan di lingkungan kita. Jika orang lain bisa, maka tidak ada alasan yang mampu menghalangi kita untuk tidak bisa menunjukkan potensi. Tancapkan bahwa jika bukan kita yang melakukannya, maka siapa lagi?

Sahabat, semoga kita tidak seperti mayoritas pemuda-pemuda dalam Al Kisah kolam buaya di atas,  yang tidak sadar bahwa mereka ternyata memiliki potensi. Bahwa kita memiliki potensi yang luar biasa. Bahwa kita bisa membuat potensi itu menjadi prestasi. Aamiin.

Temukan potensimu, dan ukirlah prestasi.

@SurahmanJie

Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s