“Hukum Itu Benda Mati”

Hukum itu bukan makhluk. Tak berjiwa. Tak berperasaan. Tak mengenal tawa. Tak mengenal Tangis. Tak mengenal perikemanusiaan. Ia dingin saja. Ia benda mati.

Apapun yang terjadi di sekelilingnya: makian, kecaman, ancaman. Hukum itu tak terpengaruh. Ia dingin saja. Tak bisa kau ganggu dia dengan luapan perasaan.

Saat berhadapan dengan hukum, yang diperlukan adalah ketenangan. Kata Pram, bahkan, bersikap dingin diperlukan. Sedingin hukum itu sendiri.

Namun para ‘penegak’ hukum itu benda hidup. Mereka makluk. Mereka manusia. Punya jiwa. Punya perasaan.

Perasaan mereka bisa kuat. Bisa lemah. Perasaan mereka bisa kokoh. Bisa goyah.

Perasaan mereka bisa jadi kekuatan dalam menegakkan hukum. Bisa pula jadi kelemahan dalam menegakkan hukum.

Untuk beberapa orang yang tak senang hukum tegak terlaksana, bukan hukumnya yang dirobohkan, tapi penopangnya, penegak hukum itu, yang dilemahkan. (_)

Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s