Sampai di Sebuah Titik

Sungguh, waktu begitu cepat berjalan. Tak sedikit di antara kita, dalam perjalanan hidup ini, tak pernah menyangka bahwa kaki kita akan sampai pada titik sejauh ini. Termasuk saya pribadi.

Saat dipikir-pikir ulang, pada titik nafas ini masih berhembus, ternyata belum banyak yang telah kita berikan. Saat kita mulai menyusun kembali apa-apa yang kita rasa perlu dilakukan setelah titik ini, kadang kita dihadapkan pada sebuah kenyataan pilihan, kita akan pergi lagi.

Sesal? Ada tentu. Jika kita lihat belakang, akan bergentayangan masa-masa dimana… sesal itu semakin menyesak. Tapi, kita tak boleh hanyut dalam masa lalu kan?

Tiada yang lebih indah selain kita bersegera menyusun apa-apa yang bisa kita siapkan. Setidaknya bisa nanti kita tinggalkan sebagai semacam warisan. Agar barisan selanjutnya tidak berjalan dari nol lagi. Dan tidak berputar-putar di persoalan yang sama dari waktu ke waktu.

Namun, sebuah tanya pesimis kadang menyeruak, “Adakah yang akan mewarisi dan melanjutkan?”

“Akan selalu ada pengganti dan penerus. Dia berbaris satu…dua…tiga..empat…dan selalu lebih banyak lagi seusaimu. Engkau hanya perlu menyadarinya.” jawab si optimis.

Semoga…

Pos ini dipublikasikan di Opini. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s