Sampai di Sebuah Titik

Sungguh, waktu begitu cepat berjalan. Tak sedikit di antara kita, dalam perjalanan hidup ini, tak pernah menyangka bahwa kaki kita akan sampai pada titik sejauh ini. Termasuk saya pribadi.

Saat dipikir-pikir ulang, pada titik nafas ini masih berhembus, ternyata belum banyak yang telah kita berikan. Saat kita mulai menyusun kembali apa-apa yang kita rasa perlu dilakukan setelah titik ini, kadang kita dihadapkan pada sebuah kenyataan pilihan, kita akan pergi lagi. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Opini | Meninggalkan komentar

“Tentang Mereka dan Tugas Akhir”

Sekeras apapun mahasiswa idealis memegang keyakinannya,

Sekuat apapun mahasiswa kritis mengutarakan argumennya,

Sesibuk apapun mahasiswa aktivis menjalankan kegiatannya,

Sengotot apapun mahasiswa wirausaha memutar bisnisnya,

Sebadung apapun mereka mahasiswa tingkat veteran itu,

Pada akhirnya, karena dan untuk kedua orangtuanya jugalah,
mereka menyelesaikan skripsi.

( …and the next story begin )

*smile*

Dipublikasi di My Story, Quotes | Tag , | Meninggalkan komentar

“Kata Tak Elok Itu Dia Ucapkan Juga”

Kampreeet !!!

Kata itu mengalir deras dengan nada tinggi dari bibir Bumi. Sebuah kata tak elok yang jarang-jarang bahkan seingatnya tidak pernah ia ucapkan selama beberapa tahun terakhir. Pagi itu tiba-tiba meledak di bibirnya. Hanya terucap sekali memang. Namun ia risau bukan kepalang setelahnya.

Kata tak elok itu ia ucapkan tidak kepada seseorang. Tapi pada situasi. Sebuah situasi yang dikarenakan seseorang. Nah..akhirnya harus diakui, kata sampah itu terucap karena seseorang. “Tapi bukan ditujukan untuk seseorang,” ia mencoba menenangkan diri. “Ah…apa bedanya. Sama-sama bertumpu pada objek seseorang,” sisi lain pikirannya beropini. Sampai di sini, itu sudah jadi satu persoalan yang melintas di kepalanya. Biar bagaimana pun juga, kata seperti itu tak layak dan tak seharusnya diucapkan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di My Story | Meninggalkan komentar

Pemimpin Itu Bermagnet

Pada satu hari Jum’at, seusai menunaikan sholat Jum’at berjamaah, sembari istirahat sejenak di pelataran masjid, saya sempatkan membaca sebuah buletin pekanan Jum’at yang diterbitkn rutin oleh sebuah yayasan. Isinya menarik, tentang kepemimpinan dan rekam jejak para pemimpin yang berakhir di penjara. Dewasa kini, antara pemimpin, perilaku buruk mereka, dan penjara (setidaknya urusan pelanggaran hukum) seakan menjadi hal yang punya magnet untuk saling berpasangan, saling terikat satu dengan yang lain. Ibarat perangko dengan amplop surat.

Ambil smartphone Anda, cobalah search pemberitaan tentang isi penjara di berbagai media. Penjara negara kita ini telah diisi banyak narapidana yang tak biasa. Banyak mantan menteri, kepala daerah, penegak hukum, Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Opini | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

“Hukum Itu Benda Mati”

Hukum itu bukan makhluk. Tak berjiwa. Tak berperasaan. Tak mengenal tawa. Tak mengenal Tangis. Tak mengenal perikemanusiaan. Ia dingin saja. Ia benda mati.

Apapun yang terjadi di sekelilingnya: makian, kecaman, ancaman. Hukum itu tak terpengaruh. Ia dingin saja. Tak bisa kau ganggu dia dengan luapan perasaan.

Saat berhadapan dengan hukum, yang diperlukan adalah ketenangan. Kata Pram, bahkan, bersikap dingin diperlukan. Sedingin hukum itu sendiri.

Namun para ‘penegak’ hukum itu benda hidup. Mereka makluk. Mereka manusia. Punya jiwa. Punya perasaan.

Perasaan mereka bisa kuat. Bisa lemah. Perasaan mereka bisa kokoh. Bisa goyah.

Perasaan mereka bisa jadi kekuatan dalam menegakkan hukum. Bisa pula jadi kelemahan dalam menegakkan hukum.

Untuk beberapa orang yang tak senang hukum tegak terlaksana, bukan hukumnya yang dirobohkan, tapi penopangnya, penegak hukum itu, yang dilemahkan. (_)

Dipublikasi di Opini | Tag , , | Meninggalkan komentar

KTP Oh KTP: Dari Kantor ke Jalanan

Dari Kantor ke Kantor

Di kantor polisi di jalan Juanda kota Samarinda:

“Pak, saya mau urus surat keterangan kehilangan KTP. Bagaimana prosedurnya?” tanya Mamen.

“Oh, perlu surat pengantar dari kelurahan dimana KTP saudara terdaftar yang menerangkan bahwa saudara memang warga di kelurahan sana.” jawab petugas piketnya yang masih muda.

Di kantor kelurahan di Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran:

Setelah menunggu beberapa lama…

“Pak, saya mau urus Baca lebih lanjut

Dipublikasi di My Story | Tag , , , , , , , | 1 Komentar

Saat Dirimu di Persimpangan Jalan

“Entahlah…kemana semua itu akan bermuara,” katamu suatu ketika padaku.  Engkau mengaku tak tahu pasti. Engkau katakan menjalaninya mengalir saja. Seperti aliran air sungai. Namun mengalir dengan penuh wajah. Kadang mengalir kencang dengan penuh gelombang dan riak. Menghempas segala apa yang dihadapi. Menimbulkan bunyi berisik yang harmoni. Kadang mengalir pelan, tanpa gelombang, tanpa riak, tanpa suara. Begitu tenang hingga seakan tak mengalir namun tetap bergerak.

Di antara dua cara mengalir itu keduanya engkau nikmati. Baik kala meluap-meluap begitu deras. Ataupun kala begitu tenang. Namun, engkau mengakui, tak jarang keduanya pun engkau khawatirkan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Opini | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Taburan Kebaikan

“Jika engkau menabur benih kebaikan, engkau akan menuai hasil kebaikan” -sujie-

Dipublikasi di Quotes | Meninggalkan komentar

Perjalanan Terjauh dan Terberat

Wahai sahabat…

Tahukah engkau, perjalanan terjauh dan terberat bagi seorang lelaki adalah perjalanan ke masjid.

Betapa banyak orang yang kaya raya tidak sanggup untuk mengerjakannya. Jangankan sehari lima waktu,bahkan banyak pula yang seminggu sekali pun terlupa. Tidak jarang pula seumur hidup, tidak pernah singgah ke sana.

Perjalanan terjauh dan terberat itu adalah perjalanan ke masjid.

Orang pintar dan pandai pun sering tidak mampu melakukannya. Walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Re-Post | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

Memberi itu Berat

Sering berjumpa atau dijumpai pengemis di jalanan? Mungkin di warung makan langganan, kala berdua dengan sang kekasih? Mungkin di halte langganan, saat sedang berburu dengan waktu? Mungkin saat di mobil atau motor kala lampu merah perempatan jalan menyala, lalu ada tangan yang menjulur meminta-minta? Atau mungkin saat  kita sedang di bis antar kota yang pengap lalu muncul pengamen mengusik telinga, menyedorkan kantong plastiknya? (Bukan untuk menolong Anda yang mabok perjalanan dan siap memuntahkan isi perut loh, tapi berharap Anda memuntahkan isi dompet. Hehe..)

Apa yang Anda rasakan? Kesal, terganggu, bercampur perasaan sinis. Sebaiknya lekas singkirkan perasaan semacam itu.  Jika saat itu Anda Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Opini | Tag , , , , | Meninggalkan komentar