Tentang Kearifan Emas & Permata

Seorang pemuda mendatangi seorang guru dan bertanya, “Guru, saya tak mengerti mengapa orang seperti Anda, seseorang yang disegani orang banyak, tetap berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di masa kini berpakaian sebaik-baiknya amat diperlukan, bukan hanya untuk penampilan melainkan juga untuk banyak tujuan lain?”

Sang Guru yang ditanya hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari jarinya, lalu berkata, “Sahabat muda, akan ku jawab pertanyaanmu, tetapi terlebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?”

Si Pemuda kemudian menelisik cincin Sang Guru secara mendalam, dengan pandangan mata ala-ala detektif yang sedang menyelidiki sebuah alat bukti. Si Pemuda itu mendapati cincin Sang Guru nampak kotor dan bernoda, dirinya pun merasa ragu,” Satu keping emas, Guru? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga satu keping emas.”

“Cobalah dulu, siapa tahu kamu berhasil,” Sang Guru meyakinkan dengan penuh kelembutan. Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di Opini, Re-Post | Meninggalkan komentar

(Sekali Lagi…) Belajar Itu Proses Yang Perlu Dinikmati

Banyak yang berhasrat tinggi ingin pintar, tapi tidak banyak yang berhasrat tinggi & bertekad kuat dalam #belajar.
Keberhasilan dalam #belajar tidak bisa instan. Mie instan saja perlu perlakuan proses-proses sebelum dinikmati.
#Belajar adalah jalan dimana orang tidak tahu jadi tahu. Dari tidak paham jadi paham. Dari tidak bisa jadi bisa.
#Belajar adalah proses. Sehingga belajar butuh kesabaran. Menikmati setiap proses.
Dengan menikmati setiap prosesnya, #belajar jadi aktifitas yang menyenangkan.
Jika ingin memahami suatu hal, maka kuncinya adalah #belajar.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Opini | Meninggalkan komentar

(Buku) Benturan Antar Peradaban

Suatu waktu, dalam sebuah forum dialog peradaban bersama Bang ANIS MATTA.

Usai ceramah ilmiah dari sang tokoh, para peserta berlomba-lomba bertanya kepadanya, dengan pertanyaan-pertanyaan yang menurut sahabatku kala itu, Faroeq, pertanyaan mereka begitu tinggi jauh di luar radar jangkau isi kepalanya. Hehe…

Setelah berkali-kali acung tangan, akhirnya si Faroeq mendapat giliran untuk bertanya. Dengan tampang polos dia bertanya, “Jika ada judul buku yang perlu kami baca untuk lebih mendalami topik dialog kita pasca pertemuan ini, Bapak akan merekomendasikan judul buku apa?” | Yang ditanya terlihat tersenyum ringan. Sedang sang Moderator nampak mengernyitkan kening sambil berkata, “Apa selain itu, antum ada pertanyaan lain?” | “Hanya itu Pak, terimakasih.” tutupnya diiringi pandangan agak kecewa dari audiens lain. Mungkin di antara hadirin ada yang berpikiran “Buang-buang waktu saja…” Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Opini | Meninggalkan komentar

Merasa Tahu Segalanya, Itu Menjijikkan!

Saat seseorang sudah mulai berkata: “hal itu sudah saya tahu” Sesungguhnya saat itulah dia mulai menjadi bodoh. (Imam Al Ghazali)

Disebabkan kepongahan – kesombongan – keakuan – dan sebangsanya, mereka itu sangat halus, lembut, bahkan tak terasa, begitu mudah menyusup ke dalam hati setiap manusia. Setiap kita berpotensi takluk di bawah kendalinya, yang menjadikan kita begitu mudah merasa paling pintar dan tahu segalanya. Sikap seperti itu rada-rada menjijikkan. Maka peliharalah diri kita.

 Dini hari – 03.30 Am

Dipublikasi di Opini | Meninggalkan komentar

INGIN PULANG

chiko jkt 1

Untuk Mamak dan Bapak…

Ini anakmu, yang menangis perdana di gendongan kalian 25 tahun silam.
Anakmu ini ingin pulang.

Tak banyak yang berubah dari anakmu yang ini. Anggota badannya masih lengkap. Organ tubuhnya masih utuh. Mata tetap sipit. Hidung setia dengan peseknya. Kurusnya istiqomah. Dan masih bertahan dengan satu nomor HP yang sama sejak 13 tahun lalu itu, Mak.

Yang berubah, tinggi badannya agak bertambah. Sudah jenggotan, sesekali berkumis (hormon jenggot dan kumis Bapaknya terwarisi). Kulitnya agak lebih cerah kini *muntah*. Temannya yang baik-baik bertambah dan bertambah, Pak. Bertahun-tahun belajar, kini lebih mudah tersenyum dibanding masa yang lalu-lalu. Meskipun itu sesuatu yang masih rada-rada mahal..:D

Ada kerinduan yang membuncah di dadanya. Anak ini ingin pulang. Dan akan pulang secepatnya. Ingin menghambur ke pelukan Mamak dan Bapak. Walau sejenak sebelum merantau lagi. Meski nanti akan ada pelukan wanita yang lain, pelukan Mamak tak kan bisa tergantikan. Berkat doa Mamak dan Bapak-lah, anakmu ini masih Muslim, bisa ngaji, dan bukan teroris.

IMG_2234
Alhamdulillah…

Dini hari – 03.30 Wita

Dipublikasi di Opini | 1 Komentar

Binasa, Sebuah Pesan…

JANGAN KAU BINASAKAN DUNIA DAN AKHIRATMU
KARENA MERANA MENGENANG SEORANG ANAK MANUSIA
[ Hoca Fahri ]
Dipublikasi di Opini | Meninggalkan komentar

Jarak – Hati

 

[JARAK]

AKU TIDAK MENJAUH
TIDAK PULA MENGHINDAR
HANYA BERADA DI LUAR RADAR

BERADA DALAM JANGKAU RADAR
MEMBUATKU SULIT TERJAGA

[ HATI ]

sujie – awal 2016

Dipublikasi di Quotes | Meninggalkan komentar

Meski Kecil, Jangan Remehkan Sebuah Kebaikan

“Boleh jadi, saat engkau tidur terlelap, pintu-pintu langit sedang diketuk oleh puluhan doa kebaikan untukmu, dari seorang fakir yang telah engkau tolong, atau dari orang-orang kelaparan yang telah engkau beri makan, atau dari seorang yang sedih yang telah engkau bahagiakan, atau dari seseorang yang berpapasan denganmu yang telah engkau berikan senyuman, atau dari seorang yang dihimpit kesulitan dan telah engkau lapangkan. Maka… janganlah sekali-sekali engkau meremehkan sebuah kebaikan.” (Ibnul Qayyim Al Jauziyyah)

Dipublikasi di Quotes | Meninggalkan komentar

Tempat yang Nyaman

Assalamu’alaikuum…Setiap orang memiliki tempat-tempat tertentu untuk mencari ketenangan, melepas penat atau untuk menemukan inspirasi. Tempatnya macam-macam. Bisa ke tempat wisata alam yang terpencil, bisa ke mall yang ramai, bisa rumah ibadah yang khusyuk, ada pula diskotik yang ajib-ajib. Macam-macam dan kadang aneh-aneh.

Bagi Muslim, sebaik-baik tempat adalah mesjid. Penuh ketenangan, penuh kedamaian. Di tempat ini semua manusia setara. Tempat ini sumber ilmu, inspirasi dan cahaya peradaban kehidupan yang indah. Karena Islam mengajarkan begitu. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Opini | Meninggalkan komentar

Tentang Amanah

Merasa terbebani dengan pikulan amanah?
Selesai yang satu, muncul yang lain.
Lagi..lagi…dan lagi?

Sesungguhnya amanah itu tidak pernah hilang. Ia hanya berubah dari wujud yang satu ke wujud yang lain. Ia hanya melangkah dari tempat yang satu ke tempat yang lain.

Dirimu lagi-lagi ada dalam daftar pemikul amanah yang beragam tersebut?

Bersyukurlah…
Dirimu mendapat ruang, tempat, dan waktu untuk berbuat kebaikan dengan amanah tersebut.

Bersyukurlah…
Hanya orang-orang amanah yang selalu didatangi amanah,
Hanya orang-orang bertanggungjawab yang selalu didatangi tanggung jawab,
Hanya orang-orang terpercaya yang selalu didatangi kepercayaan.

Tersenyumlah,
Peliharalah dirimu,
Semangatilah dirimu.

#Sujie

Dipublikasi di Opini | Meninggalkan komentar